Dulu dianggap Tumbuhan Liar, Kini Umbi Porang menjadi Primadona Petani

Dipublikasikan oleh Lusi Latifah pada

Dulu dianggap Tumbuhan Liar, Kini Umbi Porang menjadi Primadona Petani

Porang atau biasa disebut iles-iles termasuk jenis umbi-umbian yang kini sedang ramai diperbincangkan. Awal mulanya, porang dianggap sebagai tumbuhan liar bahkan masyarakat sempat menganggap porang sebagai makanan ular. Padahal umbi porang diluar negeri laku keras, karena umbi porang memiliki banyak manfaat sehingga menjadi umbi yang memiliki nilai eksporitas begitu tinggi. Bahkan seorang petani ‘Paidi’ asal Madiun, Jawa Timur kini sukses menjadi miliarder berkat bertani umbi porang. Lalu seperti apa umbi porang yang kini menjadi primadona di kalangan para petani?

Umbi porang memiliki bentuk seperti pada umumnya umbi-umbian, umbi porang berserat halus dan berwarna kuning kecoklatan. Tumbuhan porang bisa tumbuh sekitar 1,5 meter, tergantung umur dan suburnya tanah. Dalam satu pohon porang biasanya bisa menghasilkan 6-7 kg porang. Umbi porang terdiri dari dua macam, yaitu umbi batang yang berada di dalam tanah dan umbi katak/bulbil yang terdapat pada setiap pangkal cabang atau tangkai daun.

Untuk menanam porang kita bisa membudidayakannya dengan tiga cara. Pertama, dengan katak/bulbil yang muncul pada tangkai porang, nah katak/bulbil ini bisa di tanam kembali pada tanah. Kedua, dengan buah atau biji porang yang berasal dari bunga porang yang biasa muncul saat pohon porang berusia 4 tahun. Ketiga, dari umbi porang yang dikumpulkan, disimpan, dan dijadikan bibit. Namun, perlu diingat menanam umbi porang tidak semudah itu juga. Banyak yang harus di perhatikan dari segi bibit, tanah, serta perawatannya yang telaten.

Yang menjadikan umbi porang menjadi primadona petani saat ini, karena umbi porang banyak dicari diluar negeri, seperti Jepang, Taiwan, China, dan Korea. Biasanya umbi porang dijadikan bahan baku kosmetik, obat, ramen, dab bahan industri.  Umbi porang diproses menjadi chip atau tepung porang, 1kg tepung porang dihargai 600.000 rupiah. Pemerintah pun mendukung penuh atas budidaya umbi porang ini. Diharapkan porang menjadi sumber ekonomi baru bagi para petani.


Kategori: Artikel