Sinar Mulia Plasindo Lestari

Arti 7 RIC Kode Segitiga Bernomor Pada Produk Plastik

Plastik selalu ada menemani kehidupan manusia kapan pun dan dimana pun. Keberadaannya ada pada setiap produk yang kita gunakan setiap hari. Perabotan rumah tangga, kendaraan, peralatan kantor, perlengkapan dapur, botol air minum, tempat makan siang, dan masih banyak lagi.

Hampir pada setiap lirikan mata, pasti kita sangat mudah menemukan plastik. Plastik banyak digunakan sebagai material pembentuk suatu produk karena sifatnya yang kuat dan ringan.

Plastik memberikan solusi yang tahan lama, mudah dicetak, dan higienis untuk sebagian besar kemasan rumah tangga, dan dalam banyak kasus tidak dapat begitu saja diganti dengan bahan lain.

Tapi, pernahkah kamu memperhatikan setiap produk plastik yang kamu miliki atau beli ? Biasanya, pada bagian bawah produk terdapat beberapa symbol. Dan salah satunya ialah gambar tiga panah membentuk segitiga dengan nomor pada bagian dalamnya.

Simbol ini disebut RIC (Resin Identification Code) yang di terbitkan oleh The Society of Plastic Industry (SPI) pada tahun 1988 di Amerika Serikat. RIC ini dibuat untuk pekerja pada industri plastik dan daur ulang agar mereka dapat menyortir dan mendaur ulang plastik dengan mudah.

Kode RIC

Arti Resin Identification Code (RIC)

Terdapat 7 kode yang wajib dicantumkan pada setiap produk yang menggunakan bahan plastik. Nomor-nomor ini adalah penanda jenis plastik yang digunakan pada suatu produk. Bukan hanya untuk produk yang berasal dari Amerika Serikat saja, pun juga produk yang berasal dari Indonesia dan Negara lain.

Setiap produk plastik dipisahkan menurut kode RIC. Dengan mendaur ulang sesuai dengan RIC produk, produk dapat didaur ulang dengan benar dan nilainya tetap terjaga. Dengan begitupun proses akan menjadi lebih efisien dan efektif sebab pekerja dan pelaku bisnis tidak perlu memakan waktu untuk mengira-ngira. Proses daur ulang memanglah bukan proses singkat.

Bukan hanya berguna bagi para pekerja industry plastik, RIC ini juga sebenarnya sangat berguna bagi konsumen. Kita, sebagai konsumen yang pintar dan bijak tentu merasa sangat perlu mengetahui arti dari ketujuh kode ini.

Untuk apa ? Selain untuk membantu memisahkan sampah plastik yang kita hasilkan, juga untuk membantu kita dalam menilai dan memilah produk yang akan kita beli nantinya. Tidak semua produk plastik bisa kita konsumsi atau gunakan berkali-kali. Bahkan ada beberapa jenis produk plastik yang justru akan menjadi berbahaya jika kita gunakan tanpa tahu sifatnya.

Ada tujuh label RIC, dengan masing-masing dari tujuh angka dikelilingi oleh tiga panah membentuk segitiga. Setiap label mengacu pada jenis resin yang berbeda dan memberikan rincian kepada pekerja, pemilik bisnis, juga konsumen tentang informasi jenis plastik dari produk tersebut, dan bagaimana dapat didaur ulang.

Kode 1 RIC
RIC 1 PETE

1- PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate)

PET atau PETE adalah plastik bening dan keras yang biasa digunakan sebagai wadah minuman kemasan sekali pakai. Jenis ini mudah didaur ulang, murah, ringan dan menimbulkan risiko rendah pencucian produk sampingan kerusakan ke lingkungan.

Ini sangat diminati oleh pabrikan ulang tetapi tingkat daur ulangnya hanya sekitar 20%. Juga dapat digunakan sebagai serat. Biasanya simbol ini banyak ditemukan pada plastik untuk kemasan makanan dan minuman. Seperti botol minum, botol soda, botol minyak, botol saus, wadah selai, kotak obat, hingga sisir. Jenis plastik ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai saja. 

Tidak disarankan untuk menggunakan berulang kali, apalagi mengisinya dengan air hangat, karena lapisan polimer dan zat karsinogenik pada plastik dapat larut (lepas) dan menyebabkan kanker pada organ tubuh manusia.

Kode 2 RIC
RIC 2 HDPE

2 - HDPE atau PEDH (High Density Polyethylene)

HDPE adalah plastik serbaguna yang mudah didaur ulang dan biasa digunakan untuk kemasan. Biasanya plastik jenis ini berwarna putih atau berwarna, dan memiliki risiko pencucian yang rendah. Biasanya simbol ini dapat ditemukan pada galon air minum, botol susu, botol sabun, botol deterjen, botol shampo, dan plastik kemasan tebal lainnya.

Jenis plastik ini termasuk golongan plastik yang cukup aman digunakan berulang kali, karena paling sering didaur ulang dengan nilai ekonomi dan proses daur ulang yang sederhana.

Kode 3 RIC
RIC 3 PVC

3 - PVC (Polyvinyl Chloride)

PVC dapat berupa plastik keras dan kaku atau plastik fleksibel dan elastis. Jenis ini bisa bening, putih ataupun berwarna. PVC adalah polimer yang tangguh dan tahan cuaca sehingga biasanya digunakan untuk pelapis dinding, pipa dan bahan bangunan lainnya.

PVC mengandung klorin sehingga tidak boleh dibakar karena akan melepaskan bahan kimia beracun. Pembuatan PVC juga dapat melepaskan dioksin yang berbahaya. Jenis kode ketiga ini biasanya digunakan pada plastik untuk pipa air, ubin, kabel listrik, wrapping, dan mainan anak/hewan peliharaan.

Jenis ini jarang didaur ulang karena sulit. Tapi mungkin dapat diterima untuk pembuatan kayu plastik. Hindari menggunakan jenis plastik ini untuk kemasan makanan atau minuman.

Kode 4 RIC
RIC 4 LDPE

4 - LDPE atau PE-LD (Low Density Polyethylene)

LDPE adalah plastik yang lembut dan fleksibel. Biasanya terdapat pada kantong plastik (kresek), kantong plastik sampah, tas belanja, hingga bungkus makanan. Sebenarnya LDPE tidak sering di daur ulang.

Tetapi saat ini sudah banyak kelompok yang memiliki program yang memungkinkan tas belanja plastik untuk didaur ulang. Jenis plastik ini memiliki daya   tahan yang lama dan dapat digunakan untuk berulang kali. Alangkah lebih baik jika menggunakannya sekali saja dan mendaur ulangnya agar tidak tertimbun di tanah yang butuh ratusan tahun untuk mengurainya.

Kode 5 RIC
RIC 5 PP

5 - PP (Polypropylene)

Polypropylene adalah plastik keras dan fleksibel yang memiliki titik leleh tinggi dan cocok untuk aplikasi suhu tinggi seperti menahan cairan panas. Biasanya terdapat pada tempat makanan/minuman dan packaging, botol sirup,  kotak yogurt, sedotan plastik, selotip, dan tali berbahan plastik. SMPL sendiri menggunakan plastik jenis ini untuk memproduksi karung dan waring.

Produk plastik dengan simbol ini baik digunakan sebagai tempat makanan maupun minuman, karena terbuat dari  polypropylene yang sangat kuat dan cukup aman digunakan meski pada suhu yang panas. Walaupun demikian, jenis plastik ini cukup sulit untuk didaur ulang sendiri,

Perlu mesin khusus untuk mendaur ulang jenis ini. Namun beberapa pelaku bisnis produk plastik lebih memilih jenis ini sebab bagi mereka sangat mudah untuk didaur ulang.

Koed RIC 6
RIC 6 PS

6 - PS (Polystyrene)

Polystyrene berupa jenis plastik kaku, rapuh, biasa dibuat menjadi produk busa. Jenis ini dapat melepaskan racun ke dalam makanan. Polystyrene banyak digunakan sebagai tempat atau minuman dan tempat makan styrofoam, tempat telur, sendok/garpu plastik, foam packaging hingga bahan bangunan (bahan flooring).

Plastik ini dapat mengeluarkan styrene yang merupakan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker, terutama jika saat menggunakan untuk makanan/minuman yang panas.

Kode 7 RIC
RIC 7 Other

7 - Other atau O

Other disini maksudnya adalah jenis plastik yang tidak termasuk kedalam klasifikasi enam kode sebelumnya (PETE atau PET, HDPE atau PE-HD, PVC, LDPE atau PE-LD, PP, dan PS). Ini termasuk plastik kompos dan biode gradable seperti poliaktida hingga akrilik, nilon dan polikarbonat. Secara tradisional jenis ini sebenarnya tidak didaur ulang, tetapi sekarang dikumpulkan melalui beberapa program daur ulang.

Penggunaan jenis plastik ini untuk makanan atau minuman sangat berbahaya, karena bisa menghasilkan racun Bisphenol-A (BPA) yang bisa membuat kerusakan pada beberapa organ dan mengganggu hormon tubuh. Ironisnya, simbol ini biasa digunakan pada plastik untuk botol minum bayi, botol minum olahraga, iPod cases, dan Compact Disk (CD). Baca terlebih dahulu produk plastik sebelum membeli.

Ini adalah pendekatan yang lebih luas untuk daur ulang plastik yang perlu diubah. Dengan memperhatikan Kode Identifikasi Resin atau Resin Identification Code, dan memeriksa plastik apa yang dapat didaur ulang secara lokal, dapat dipastikan bahwa daur ulang plastik bisa dilakukan dalam jumlah maksimum.

Selain itu, konsumen dapat melakukan tindakan preventif dalam hal menghindari bahan-bahan berbahaya pada kemasan yang mereka gunakan setiap hari. Dengan adanya kode kita bisa mengetahui jenis plastik mana yang dapat di daur ulang juga mana yang mengandung bahan berbahaya. 

Jika kita sudah bisa mengenali sifat dan karakter dari produk yang kita gunakan, maka kita pun juga akan paham bagaimana harus menggunakannya dan mengelolanya setelah habis pakai.

Share Article to :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

3 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.