Sinar Mulia Plasindo Lestari

Transformasi Plastik Menjadi Kertas Solusi Pencemaran 2022

Di usia berapa Anda mengetahui bahwa perubahan plastik menjadi kertas bisa terjadi ? Rasanya transformasi tersebut tidak pernah terbayang dan terpikirkan sama sekali.

Sudah bukan rahasia lagi, jika limbah plastik yang dihasilkan manusia jumlahnya cukup tinggi. Bahkan diperburuk sebab penanganannya yang masih belum mumpuni. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 menyebutkan limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun. Belum lagi jika satu dunia.

Lalu, kertas yang dikampanyekan sebagai pengganti penggunaan plastik nyatanya memiliki resiko yang tidak jauh berbeda dari plastik itu sendiri. Keduanya sama-sama mengancam keselamatan lingkungan.

Limbah plastik yang dibuang begitu saja menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama laut dan mengancam kehidupan di dalamnya. Sedangkan produksi kertas dapat mengancam kelangsungan ekosistem hutan, pun mengancam kehidupan di dalamnya.

Plastik atau kertas, keduanya sama-sama mengancam ekosistem jika tidak dikelola dengan sistem manajemen yang baik.

Plastik Menjadi Kertas

Mengganti Pohon dengan Plastik

Melansir dari Science Daily, peneliti asal Meksiko berhasil menciptakan teknologi yang dapat mengubah limbah botol plastik PET (Polyethylene Therepthalate) menjadi kertas mineral. Kertas ini juga dikenal sebagai kertas peta atau kertas batu. Walaupun berbahan dasar plastik, kertas mineral telah memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan untuk digunakan dalam mencetak buku, alat tulis umum dan juga kotak.

Kertas mineral
Kertas peta

Kertas mineral tersebut dinilai dapat terurai secara alami (biodegradable) walaupun berbahan dasar plastik. Kertas pada umumnya memang lebih ramah lingkungan, namun produksinya telah menghabiskan banyak pohon dan energi yang besar.

Hutan Gundul Karena Kertas

Angka penggunaan pohon tidak sebanding dengan penanaman kembali. Serta lamanya pertumbuhan pohon sampai cukup usia untuk di tebang tidak selaras dengan kebutuhan untuk memproduksi kertas. Penemuan kertas mineral bisa mencegah eksploitasi hutan sekaligus mengurangi limbah plastik.

Plastik menjadi kertas. Kertas, tapi plastik. Konsepnya sedikit komplikasi, namun ini adalah penemuan inovatif yang akan menjadi solutif.

Plastik Menjadi Kertas

Dikembangkan oleh perusahaan bernama “Cronology”, teknik baru ini diklaim 15% lebih murah daripada metode pembuatan kertas tradisional karena tidak menggunakan air atau bahan kimia, serta jauh lebih ramah lingkungan.

Kami memproduksi kertas ekologi yang dibuat dengan botol plastik daur ulang, kalsium karbonat dan batu. Kami tidak menggunakan air atau bahan kimia, seperti klorin. Kertas mineral lebih kuat dari kertas standar biasa, kertas ini tidak mudah dirusak dengan tangan, tahan air, memiliki kualitas fotodegradable dan hanya menyerap jumlah tinta yang diperlukan saat mencetak,

Ever Adrian Nava, peneliti sekaligus salah satu pendiri perusahaan Cronology, di Ecatepec, Mexico City

Teknologi ini bisa menyelamatkan 20 pohon dan menghemat 56.000 liter air.

Selain itu, manfaat lain dari teknik ini adalah bahwa dengan 235 kilogram pelet (manik-manik PET), satu ton kertas mineral dibuat, juga hanya dalam 8 jam dapat memperoleh 24.000 kilogram plastik. Proses ini juga menyelamatkan limbah dari botol-botol plastik agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir, jadi ini adalah solusi yang menguntungkan semua pihak.

Sebelum menjadi kertas, botol plastik PET harus didaur ulang terlebih dahulu menjadi pelet (manik-manik plastik).  Limbah botol-botol plastik dileburkan atau dihancurkan bersama kalsium karbon. Kemudian campuran keduanya dipanaskan dalam suhu lebih dari 100 derajat Celcius dan dimasukan ke dalam proses pengecoran. Hal ini dilakukan untuk membentuk lembaran kertas besar yang digulung.

“Dengan tidak menebang pohon atau menggunakan air, kami telah mengurangi biaya dan membantu planet ini. Untuk menghasilkan satu ton kertas tradisional, kita selalu mengalami kerugian lingkungan, dengan kertas peta ini kami coba menghilangkannya,” kata Nava seperti yang dikutip dari Phys.Org.

Ide awal dari adanya jenis kertas ini adalah untuk mengurangi biaya produksi dan menghindari deforestasi, karena negara Meksiko perlu memproduksi 700.000 ton kertas per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dengan biaya sekitar 10 juta dolar. Sekitar 33% kertas yang diproduksi di Meksiko adalah untuk bahan buku, 25% untuk pembungkus produk, dan sisanya untuk tisu toilet serta bungkus makanan. Perusahaan ini didanai setelah memenangkan kompetisi untuk perusahaan hijau baru di Meksiko.

Mesin yang dibuat oleh Nava bersama rekan setimnya, Erick Zamudio, mirip dengan mesin pembuat tortilla. Kertas peta dibuat dari bahan “pasta” yang menghasilkan kertas tahan air dan ramah terhadap lingkungan karena terdegradasi hanya dalam waktu enam bulan.

Plastik menjadi kertas
Crtto tertera di foto

Satu-satunya kelemahan kertas mineral adalah tidak dapat ditulis dengan gel tinta karena mengandung alkohol. Hanya tinta biasa yang bisa berfungsi dengan baik.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya plastik diubah menjadi kertas. Beberapa perusahaan di Spanyol dan Taiwan sudah memproduksi kertas menggunakan proses serupa. Tetapi tim Nava mengklaim bahwa sistem yang dimiliki Cronology empat kali lebih murah daripada metode lain.

Ini merupakan solusi yang cerdik untuk mengatasi permasalahan lingkungan di setiap negara. Bayangkan berapa puluh pohon yang bisa diselamatkan dengan teknologi ini ? Selain dari upaya kita mengurangi penggunaan kertas dalam menyelesaikan pekerjaan. Dan berapa banyak limbah plastik yang akan berkurang dengan metode ini ? Selain dari upaya kita mengelola ekonomi sirkular dan daur ulang plastik yang masih minim. Bayangkan, jika semua negara mampu menerapkan teknologi yang sama.

Tapi, yang menjadi pertanyaan di sini adalah bagaimana pengelolaan limbah dari kertas mineral itu sendiri ? Walaupun dinilai dapat terurai secara alami, pasti limbah dari kertas tersebut memiliki penanganan tersendiri agar klaim tersebut nyata.

Share Article to :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published.