Skip to main content

Sinar Mulia Plasindo Lestari

Dulu dianggap Tumbuhan Liar, Kini Umbi Porang menjadi Primadona Petani

Umbi Porang

Porang atau biasa disebut iles-iles termasuk jenis umbi-umbian yang kini sedang ramai diperbincangkan. Awal mulanya, porang dianggap sebagai tumbuhan liar bahkan masyarakat sempat menganggap porang sebagai makanan ular. Padahal umbi porang diluar negeri laku keras, karena umbi porang memiliki banyak manfaat sehingga menjadi umbi yang memiliki nilai eksporitas begitu tinggi. Bahkan seorang petani ‘Paidi’ asal Madiun, Jawa Timur kini sukses menjadi miliarder berkat bertani umbi porang. Lalu seperti apa umbi porang yang kini menjadi primadona di kalangan para petani? Umbi porang memiliki bentuk seperti pada umumnya umbi-umbian, umbi porang berserat halus dan berwarna kuning kecoklatan. Tumbuhan porang bisa tumbuh sekitar 1,5 meter, tergantung umur dan suburnya tanah. Dalam satu pohon porang biasanya bisa menghasilkan 6-7 kg porang. Umbi porang terdiri dari dua macam, yaitu umbi batang yang berada di dalam tanah dan umbi katak/bulbil yang terdapat pada setiap pangkal cabang atau tangkai daun. Untuk menanam porang kita bisa membudidayakannya dengan tiga cara. Pertama, dengan katak/bulbil yang muncul pada tangkai porang, nah katak/bulbil ini bisa di tanam kembali pada tanah. Kedua, dengan buah atau biji porang yang berasal dari bunga porang yang biasa muncul saat pohon porang berusia 4 tahun. Ketiga, dari umbi porang yang dikumpulkan, disimpan, dan dijadikan bibit. Namun, perlu diingat menanam umbi porang tidak semudah itu juga. Banyak yang harus di perhatikan dari segi bibit, tanah, serta perawatannya yang telaten. Yang menjadikan umbi porang menjadi primadona petani saat ini, karena umbi porang banyak dicari diluar negeri, seperti Jepang, Taiwan, China, dan Korea. Biasanya umbi porang dijadikan bahan baku kosmetik, obat, ramen, dab bahan industri. Umbi porang diproses menjadi chip atau tepung porang, 1kg tepung porang dihargai 600.000 rupiah. Pemerintah pun mendukung penuh atas budidaya umbi porang ini. Diharapkan porang menjadi sumber ekonomi baru bagi para petani.

Buah Ini Menjadi Kandidat Pencegah Corona, Mudah di dapatkan di Sekitar Kita

Pencegah Corona Buah Jambu Biji

Tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor telah melakukan penelitian terhadap Jambu biji sebagai kandidat potensial penghambat atau pencegah penyebaran virus corona. Jambu biji mengandung senyawa hesperidia, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji dengan daging buah merah muda, kulit jeruk, dan daun kelor. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bahwa komponen pada Komponen pada jambu biji ini cukup lengkap sebagai bahan alam yang bisa mencegah virus yang menginfeksi manusia. Dari riset bioinformatika, kandungan dalam jambu biji mampu mencegah atau paling tidak mengurangi virus tersebut. Penelitian untuk menemukan antivirus corona masih dalam pembahasan, karena dibutuhkan pengujian langsung ke sampel virus Corona Covid-19. Peneliatan harus dilakukan dengan data yang akurat dan proses yang panjang dan mendalam. Jambu biji ada disekitar kita, proses penelitian juga bisa dilakukan secara berlanjut, selain jambu biji ada kulit jeruk, dan daun kelor. Masyarakat bisa mengkonsumsi Jambu biji sehari-hari untuk meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Serta tetap menerapkan hidup sehat dengan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker bagi yang sakit, dan tetap minum air putih yang cukup. Source: www.ui.ac.id/news, harianhaluan news , picture credit: Suara Surabaya