Sinar Mulia Plasindo Lestari

CV Tidak Lolos ? Hindari 9 Kesalahan Yang Dilakukan Pelamar

Tahun sudah berganti semenjak pandemi datang ke negeri ini. Walaupun kondisi terlihat berangsur membaik, namun faktanya pandemi masih belum juga pergi. Banyak sekali yang terdampak dari berbagai aspek. Dan yang paling terasa selain dari segi kesehatan ialah tentu dari segi ekonomi.

COVID-19 juga telah menimbulkan ketidakpastian dan perlambatan ekonomi bagi dunia usaha sehingga berujung pada PHK, serta pemotongan gaji dan tunjangan. Para lulusan baru pun semakin kesulitan mencari pekerjaan.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Akhmad Akbar Susamto memperkirakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2021 diperkirakan akan naik ke kisaran 7,15 persen-7,35 persen.

Bahkan berdasarkan survey yang dilakukan oleh JobStreet Indonesia -salah satu platform untuk mencari pekerjaan- menyebutkan bahwa 52% masyarakat Indonesia mengalami PHK, terutama mereka dengan tingkat edukasi yang rendah dan generasi muda. 44% pekerja merasakan resiko pekerjaan mereka akan digantikan dengan sistem otomatis.

Semakin banyak orang yang menganggur, semakin banyak pula orang yang mencari pekerjaan. Pun semakin tinggi tingkat persaingan didalamnya. Sayangnya, hal tersebut tidak diikuti pula dengan naiknya angka lowongan kerja yang tersedia.

Melamar Kerja

Sulitnya mencari pekerjaan di tengah pandemi ternyata memang wajar. Analisis big data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lowongan kerja memang menyusut.

Jumlah iklan lowongan Januari 2020 sempat mencapai 12.168, lalu turun menjadi 11.103 (Maret), 6.134 (April), dan 3.726 (Mei).

Melihat perubahan di pasar pekerjaan selama pandemi Covid-19, 75% masyarakat Indonesia bersedia untuk belajar dan mengembangkan diri demi pekerjaan baru dan 67% meluangkan banyak waktu untuk belajar. Dibandingkan tahun lalu, angka kandidat yang aktif mencari kerja meningkat 11% menjadi 51%, dan angka kandidat pasif menurun 8% menjadi 49%.

Jangan asal mengirim lamaran pekerjaan !

Banyak sekali para pencari kerja yang mencoba peruntungan dalam hal melamar. Baik pada posisi yang sesuai dengan keahlian mereka ataupun yang tidak sesuai dengan bermodalkan pengalaman yang ada. Hanya sedikit yang bisa lolos dan tidak sedikit pula yang bertemu dengan kegagalan.

CV Pelamar dalam antrian

Ada pepatah mengatakan bahwa “Kegagalan adalah Kesuksesan yang Tertunda”. Tentunya kalimat ini adalah sebuah kebenaran yang akan terjadi untuk orang-orang yang senantiasa memperbaiki dirinya dan belajar dari kegagalan yang pernah ia dapatkan.

Pun sama halnya ketika melamar atau mengirim CV lamaran kerja kepada suatu perusahaan. Sudah berapa banyak lamaran kerja yang terkirim ? Sudah berapa kali panggilan yang datang ke ponselmu ? Sudah berapa kali undangan interview yang didapatkan? Dan dari semua hal tersebut, sudah berapa kali kegagalan yang datang ?

Ternyata ada beberapa hal penting yang terkesan sepele namun sebenarnya sangat berpengaruh kepada lolos atau tidaknya lamaran kerja yang masuk ke tangan Recruiter. Dan seringkali hal-hal ini luput dari perhatian para pelamar. Mungkin juga, inilah yang menyebabkan dari sekian banyak lamaran yang dikirim, belum ada satu pun yang mendatangkan panggilan.

Berikut adalah kesalahan yang harus dihindari saat melamar kerja.

1. Tidak mencantumkan subjek dengan benar

Kesalahan Melamar

Masih ada sebagian dari pelamar yang lupa menuliskan subjek email saat mengirimkan lamaran kerja. Padahal, hal tersebut sangat penting. Subjek berfungsi untuk memudahkan penerima email menangkap informasi yang ingin di sampaikan karena judul email akan langsung membuka pikiran penerima akan topik yang di bahas.

Lupa menulis subject atau menulisnya sembarangan bisa berakibat fatal. Subject email merupakan hal pertama yang dilihat oleh Recruiter sehingga hal tersebut akan menentukan apakah Recruiter harus membuka email tersebut atau tidak. Yang berbahaya ialah jika Recruiter menganggapnya sebagai email spam atau dihapus.

Recruiter juga mungkin akan tidak mengapreasiasi lamaran dan pada akhirnya pelamar tidak akan diundang ke athap seleksi selanjutnya oleh perusahaan. Jadi pastikan untuk selalu mengisi subjek email dengan benar sesuai dengan aturan atau syarat yang ditentukan pada informasi lowongan pekerjaan yang dilamar.

2. Tidak mengisi body email atau cover letter.

Tips Melamar

Isi email ini merupakan “sapaan” untuk Recruiter sebelum mereka membaca CV pelamar. Karena itu, isi body email harus ditulis secara menarik. Menuliskan body email dapat memberikan kesan yang baik kepada Recruiter untuk melihat CV yang dilampirkan.

Menulis body email tidak dapat dilakukan secara asal-asalan. Sedangkan untuk cover letter sendiri bisa diisi dengan mempromosikan diri secara singkat. Isi cover letter dengan kesesuaian jurusan, pengalaman kerja yang relevan, pelatihan dan sertifikasi yang pernah diikuti atau penghargaan. 

Singkatnya ini seperti highlight dari isi CV yang menekankan relevansi dengan posisi yang dilamar. Jika cover letter sudah relevan, Recruiter kemungkinan besar akan lanjut melihat lebih lengkap CV yang dicantumkan. Jadi pembuatan cover letter ini penting sebagai impresi awal.

3. CV minim informasi atau terlalu berlebihan informasi.

Konteks CV

Saat mengirim surat lamaran, buatlah informasi yang lengkap tentang diri. Sesuai namanya, Curriculum Vintae atau Daftar Riwayat Hidup adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman seseorang dan kualifikasi lainnya. Jelas, pihak Recruiter menggunakan dokumen ini sebagai pengukur seberapa relevan si pelamar dengan kualifikasi yang mereka perlukan.

Hal ini juga menjadi salah satu bahan pertimbangan apakah pelamar layak untuk bekerja di perusahaannya. Namun, menulis CV juga jangan disamakan dengan lomba mengarang. Tentunya Recruiter mendapatkan begitu banyak surat lamaran, maka dari itu sajikan CV secara singkat namun jelas. Upayakan mencantumkan dalam bentuk poin-poin ketimbang dalam bentuk paragraf.

4. Mengirim lamaran dan CV yang sama untuk semua perusahaan.

CV Lamaran

Jangan mengirimkan lamaran yang sama ke setiap perusahaan yang dilamar. Setiap perusahaan tentu memiliki kriteria pelamar tertentu serta persayaratan yang berbeda. Yang harus diperhatikan pada saat melamar adalah isi beserta layout CV yang akan dikirim.

Jika perusahaan yang dilamar adalah perusahaan industri kreatif, ada baiknya pelamar membuat CVnya semenarik mungkin dengan desain yang unik. Dan jangan lupa sertakan portofolio. Adapun sebaliknya jika perusahaan adalah industri umum, pelamar sebaiknya membuat CV yang formal dengan susunan tata bahasa yang baik dan benar, terutama jika itu adalah untuk perusahaan besar.

Lampirkan pula dokumen atau berkas-berkas yang legal. Intinya pelamar harus senantiasa meriset perusahaan yang akan dilamar terlebih dahulu. Dari hal ini, Recruiter akan mengukur seperapa niat pelamar dan bagaimana cara mereka menyesuaikan diri dengan perusahaan yang mereka lamar.

5. Menggunakan foto selfie.

Kesalahan Pelamar

Dalam hal melamar kerja, biasanya pihak perusahaan mencantumkan persyaratan pas foto. Jika diminta seperti itu, jangan berikan foto yang terkesan casual, tapi gunakan foto yang tampak profesional seperti memakai kemeja atau bahkan foto saat anda mengenakkan jas. Baik untuk pas foto terpisah maupun yang berada di dalam CV pelamar.

Hindari memberikan foto yang biasa dijadikan foto profil di media sosial, itu adalah sebuah kesalahan. Menyambung dari poin sebelumnya, pelamar harus bisa menyesuaikan lamarannya dengan perusahaan yang akan di lamar. Jika tidak, mungkin saja Recruiter menganggap bahwa pelamar tidak memiliki keseriusan dalam melamar pekerjaan.

6. Tidak memperhatikan kriteria yang disyaratkan perusahaan.

Tips Melamar Kerja

Tidak jarang, pelamar menulis semua informasi dalam hidupnya di CV. Membuat CV terlihat panjang dan padat dengan tulisan. Padahal, CV yang panjang bukan berarti CV yang ideal. Cantumkan  informasi-informasi terbaru soal pelamar dari deretan teratas.

Hindari prestasi atau pengalaman yang sama sekali tidak berkaitan dengan posisi yang sedang dilamar. Ketika melihat lowongan pekerjaan, sebaiknya pelamar perhatikan baik-baik posisi apa yang sedang dibutuhkan. Jangan sampai posisi yang dibutuhkan adalah teknisi, namun melamar sebagai marketing.

Perusahaan tidak akan menghubungi pelamar untuk bekerja jika posisi yang di lamar memang sedang tidak dibutuhkan atau tidak sesuai dengan kriteria.

7. Tidak memperhatikan nama file dan dokumen terpisah.

Kesalahan Melamar Kerja

Seringkali Recruiter menemukan pelamar yang mengirimkan dokumen-dokumen persyaratannya terpisah, dan parahnya nama file tidak diubah sesuai dengan isinya. Pelamar perlu memahami bahwa Recruiter tidak memiliki banyak waktu untuk membuka dokumen mereka satu per satu. Ada banyak sekali orang yang melamar pada posisi yang sama.

Tidak jarang pada postingan lowongan kerja sering didapati note agar pelamar menggabungkan dokumen-dokumennya pada satu file berbentuk PDF dengan size maksimal 2MB. Sebagai pelamar, baca secara seksama apa yang ada di postingan lowongan kerja yang terpasang, dan ikuti arahannya dengan benar. Tentu sebagai pelamar pasti tidak mau kan di cap sebagai orang yang pemalas dan tidak teliti.

8. Mengirim banyak lamaran pada perusahaan yang sama.

Kesalahan Pelamar

Jangan mengirim email lamaran kerja terlalu banyak dalam waktu berdekatan. Tidak jarang perusahaan mengabari pelamar dalam waktu yang lama. Ada baiknya, pelamar mencatat semua perusahaan yang pernah dikirimkan lamaran.

Hal ini juga dimaksudkan agar pelamar tahu perusahaan mana yang sudah pernah dikirimi lamaran atau gagal, jadi tidak mengirim lamaran dua kali atau berkali-kali pada perusahaan yang sama. Dan Recruiter tidak akan menganggap bahwa email yang dikirim pelamar adalah spam.

9. Memastikan data diri yang dicantumkan dengan benar.

Isi CV kerja

Dan yang paling penting adalah, cek kembali data diri yang dicantumkan di dalam CV, terutama nomor kontak dan email. Tidak menutup kemungkinan Recruiter belum juga menghubungi pelamar dikarenakan nomor kontak atau email yang dicantumkan tidak bisa dihubungi.

Penting sekali untuk mengecek isi lamaran secara berkala. Pastikan juga dokumen-dokumen yang dilampirkan ter-up date agar legalitasnya tidak dipertanyakan.

Itu lah poin-poin penting yang seringkali dilakukan pelamar saat mengirim lamarannya. Untuk itu lakukanlah pengecekan kembali lamaran yang tersimpan di laptop atau handphone kamu. Bisa jadi kamu, sebagai pelamar, secara tidak sadar melakukan salah satu dari hal-hal yang disebutkan di atas.

Teliti kembali satu persatu lampiran-lampiran yang kamu cantumkan pada lamaranmu. Baca kembali postingan lowongan pekerjaan yang akan kamu lamar secara seksama sebelum kamu mengirim berkas-berkas lamaran. Jangan kosongkan email kamu ! Jangan hanya melampirkan CV saja lalu bagian-bagian email lain tidak kamu isi.

Selamat berjuang !

Share Article to :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published.