Sinar Mulia Plasindo Lestari

ARMY ! Ini Fakta Lukisan Member BTS dari Limbah Plastik

Mendengar kata sampah, pasti kebanyakan dari kita langsung teringat dengan tumpukkan plastik berbagai warna dan juga makanan-makanan busuk yang teronggok di kawasan pasar, pinggir jalan, dan beberapa lahan kosong lainnya; yang kerap kali dijadikan tempat pembuangan illegal.

Plastik bekas pakai umumnya akan menjadi limbah dan menumpuk di tempat sampah. Pengelolaan sampah sendiri di Negara kita sistemnya masih belum berjalan dengan baik. Jika system pengelolaan masih seperti itu, sampah-sampah plastik hanya akan berakhir di tempat pembuangan akhir.

Menurut data Sustainable Waste Indonesia (SWI), kurang dari 10% sampah plastik terdaur ulang dan lebih 50% tetap berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Manusia sebenarnya sudah lama mengenal daur ulang dan pengolahan sampah. Namun, isu ini sering kali dilupakan dan dianggap tidak penting karena masyarakat merasa bahwa daur ulang sampah tidak membawa manfaat yang langsung dirasakan dalam kehidupan mereka.

Limbah Plastik

“Ada lebih dari 380 TPA di Indonesia setidaknya 8.200 hektar yang sebagian akan atau sudah penuh,” kata Dini Trisyanti, Direktur SWI dalam temu media di Jakarta, pekan lalu. Dari 380 TPA yang beroperasi banyak makin sempit.

Juga sulit menemukan lahan baru untuk TPA karena penolakan masyarakat sekitar.“Akan lebih mudah jika sampah yang akan ditaruh di TPA sudah terpilah.”

Memilah dan memisahkan sampah berdasarkan kategorinya dan mendaur ulang jenis sampah yang bisa di daur ulang bisa dilakukan dari setiap rumah. Hal ini menjadi gerakan kecil yang bisa dilakukan banyak orang untuk mengurangi sampah terbuang ke lingkungan sekitar.

Mengelola Sampah Plastik

Adapun Edy Suranta Ginting, adalah seorang seniman asal Medan yang mampu memanfaatkan sampah-sampah plastik dan mengolahkan menjadi sebuah karya seni yang menakjubkan. Sampah yang mulanya tak bernilai disulapnya menjadi lukisan bernilai tinggi.

Melalui video di akun TikTok-nya, Edy kerap membagikan aksinya membuat lukisan dari sampah-sampah plastik yang sebelumnya ia kumpulkan. Bahkan Edy seringkali mendapatkan permintaan dari beberapa public figure untuk melukis wajah mereka. Dan yang sangat ramai diperbincangkan belakangan ini adalah lukisan wajah dua orang member BTS –boygroup asal Korea Selatan- yaitu Kim Seokjin (a.k.a Jin) dan Min Yonggi (a.k.a Suga).

Melalui video di akun TikTok-nya, Edy kerap membagikan aksinya membuat lukisan dari sampah-sampah plastik yang sebelumnya ia kumpulkan. Bahkan Edy seringkali mendapatkan permintaan dari beberapa public figure untuk melukis wajah mereka. Dan yang sangat ramai diperbincangkan belakangan ini adalah lukisan wajah dua orang member BTS –boygroup asal Korea Selatan- yaitu Kim Seokjin (a.k.a Jin) dan Min Yonggi (a.k.a Suga).

Karyanya tersebut sempat menjadi polemik di kalangan fans BTS, yang dikenal dengan sebutan ARMY. Beberapa sangat mengapresiasi hasil tangannya yang sangat menakjubkan tersebut. Namun, ada pula sebagian fans yang menganggap bahwa seniman Medan tersebut telah menyinggung idol mereka.

Semua hanya gesekan dari dua sudut pandang yang berbeda. Edy sendiri sudah menjelaskan bahwa lukisan Jin dan Suga yang ia buat adalah pesanan dari seorang ARMY dari Jakarta. Tentu sebagai seniman yang profesional dirinya merasa harus memenuhi permintaan dari para penikmat karya seninya.

Dirinya menuturkan, ia sama sekali tidak berniat menyinggung siapapun dengan karya seninya. Edy sudah melukis menggunakan sampah plastik selama 6 tahun. Dan ia akan terus melakukannya sebab misinya bukan hanya memuaskan kesenangannya, tetapi juga sebab kepeduliaannya terhadap lingkungan.

Masterpiece Lukisan Member BTS

Karyanya tersebut sempat menjadi polemik di kalangan fans BTS, yang dikenal dengan sebutan ARMY. Beberapa sangat mengapresiasi hasil tangannya yang sangat menakjubkan tersebut. Namun, ada pula sebagian fans yang menganggap bahwa seniman Medan tersebut telah menyinggung idol mereka.

Semua hanya gesekan dari dua sudut pandang yang berbeda. Edy sendiri sudah menjelaskan bahwa lukisan Jin dan Suga yang ia buat adalah pesanan dari seorang ARMY dari Jakarta. Tentu sebagai seniman yang profesional dirinya merasa harus memenuhi permintaan dari para penikmat karya seninya.

Dirinya menuturkan, ia sama sekali tidak berniat menyinggung siapapun dengan karya seninya. Edy sudah melukis menggunakan sampah plastik selama 6 tahun. Dan ia akan terus melakukannya sebab misinya bukan hanya memuaskan kesenangannya, tetapi juga sebab kepeduliaannya terhadap lingkungan.

Member BTS

Dari belakang pekarangan rumahnya ia kumpulkan sampah plastik yang terus menumpuk, ia bersihkan lantas ia manfaatkan sebagai material lukisnya. Selain sebagai sebuah karya seni, lukisan-lukisan ini juga bermakna kampanye kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Awalnya Edy membuat sketsa dari lukisan yang hendak dia buat, selanjutnya Edy menempelkan sampah-sampah plastik sedemikian rupa dengan susunan warna tertentu menjadi sebuah lukisan cantik.

Bukan tanpa alasan, ia melukis dengan sampah plastik karena ingin menyelamatkan lingkungan. Edy ingin membuktikan bahwa sampah juga bisa bermanfaat. Ia menegaskan bahwa melukis dengan plastik bukan untuk mencari nafkah, melainkan hanya hobi saja.

Seniman Lukisan Limbah

Mengapa saya melukis menggunakan sampah? Saya hanya ingin menunjukkan bahwasanya sampah juga punya manfaat, jadi saya ingin mengajak semua teman-teman untuk lebih peduli terhadap dampak sampah dan memanfaatkan sampah agar kita bisa mengurangi dampak sampah.

Edy Suranta Ginting

Dari Edy, kita semua belajar bahwa tak perlu menunggu kelompok atau golongan tertentu melakukan pertanggung jawaban terhadap isu sampah di lingkungan kita. Semua dapat bermula dari tindakan kecil yang siapa saja bisa lakukan.

Siapa saja dapat mengurangi eksistensi sampah dengan mengelola sampah rumahnya secara baik dan bijak. Misalnya, membuat beberapa tempat sampah dengan kegunaan berbeda yang nantinya dimanfaatkan untuk memisahkan sampah rumah tangga berdasarkan kategori tertentu. 

Membiasakan membungkus sampah-sampah yang sudah dipisahkan sebelum diserahkan atau dibuang ke tempat sampah umum. Dan menyerahkan jenis sampah plastik yang bisa di daur ulang kepada organsasi/kelompok/dinas yang juga berdedikasi dalah hal mendaur ulang sampah plastik.

Share Article to :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published.