Skip to main content

Sinar Mulia Plasindo Lestari

Buah Ini Menjadi Kandidat Pencegah Corona, Mudah di dapatkan di Sekitar Kita

Pencegah Corona Buah Jambu Biji

Tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor telah melakukan penelitian terhadap Jambu biji sebagai kandidat potensial penghambat atau pencegah penyebaran virus corona. Jambu biji mengandung senyawa hesperidia, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji dengan daging buah merah muda, kulit jeruk, dan daun kelor. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bahwa komponen pada Komponen pada jambu biji ini cukup lengkap sebagai bahan alam yang bisa mencegah virus yang menginfeksi manusia. Dari riset bioinformatika, kandungan dalam jambu biji mampu mencegah atau paling tidak mengurangi virus tersebut. Penelitian untuk menemukan antivirus corona masih dalam pembahasan, karena dibutuhkan pengujian langsung ke sampel virus Corona Covid-19. Peneliatan harus dilakukan dengan data yang akurat dan proses yang panjang dan mendalam. Jambu biji ada disekitar kita, proses penelitian juga bisa dilakukan secara berlanjut, selain jambu biji ada kulit jeruk, dan daun kelor. Masyarakat bisa mengkonsumsi Jambu biji sehari-hari untuk meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Serta tetap menerapkan hidup sehat dengan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker bagi yang sakit, dan tetap minum air putih yang cukup. Source: www.ui.ac.id/news, harianhaluan news , picture credit: Suara Surabaya

Karung Plastik VS Karung Goni Mana Yang Terbaik ?

Karung Plastik atau Karung Goni

Karung Plastik atau karung goni apa perbedaannya ? Dan mana yang lebih baik penggunaannya ? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut mari kita cari tahu dulu, Apa itu karung ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karung adalah kantong besar dari goni yang kasar yang digunakan untuk tempat beras dan sebagainya. Atau juga diartikan sebagai kantong pakan yang mempunyai volume tertentu. Lalu goni sendiri ialah serat dari tumbuh-tumbuhan untuk pembuatan karung dan sebagainya. Jika dilihat dari pengertian diatas, sudah pasti karung terbuat dari goni. Namun saat ini, kata karung telah mengalami perluasan makna. Tidak lagi harus dari goni yang kasar melainkan berkembang dengan berbagai bahan material. Perubahaan era menciptakan berbagai inovasi dalam pengembangan sebuah produk. Dan karung adalah salah satu dari sekian banyak produk yang mengalami revolusi. Kesimpulannya, karung saat ini adalah kantong yang digunakan untuk mengemas suatu produk dalam volume yang cukup besar dengan berbagai macam ukuran, dan umumnya hanya memiliki satu lubang Apa perbedaan Karung Plastik dengan Karung Goni? Seperti namanya, karung plastik adalah kantong yang terbuat dari bahan dasar plastik sedangkan karung goni adalah kantong yang terbuat dari bahan dasar serat tumbuh-tumbuhan. Di Indonesia, karung goni teridentifikasi telah ada sejak abad ke-18 dan sangat popular pada abad ke-19. Karung goni dahulu diproduksi oleh bangsa Belanda untuk mengemas hasil pertanian warga. Karung goni umum digunakan sebagai kemasan rempah-rempah, biji-bijian, gula, dan lain sebagainya. Masih pada abad ke-19, sekitar pada pertengahan abad, terjadi pergeseran tren kemasan. Karung goni telah digantikan oleh karung plastik. Kemasan yang digunakan untuk beras, gula, garam, dan komoditas lainnya perlahan beralih ke karung plastik yang lebih ringan dan murah. Kegunaan Karung Pergeseran tren kemasan juga menciptakan revolusi dalam hal penggunaan kemasan itu sendiri, terkhusus karung. Jika dulu penggunaan karung hanya terfokus sebagai kemasan dari hasil panen dan hanya digunakan dalam ruang lingkup pertanian dan perkebunan. Maka, kini karung telah menjadi primadona yang dimanfaatkan berbagai sektor industri. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai kemasan produk rempah, biji-bijian, buah-buahan, dan sayur-sayuran saja. Tapi juga dimanfaatkan sebagai kemasan produk kimia, pellet makanan hewan, bahan bangunan, hasil konveksi, barang-barang industri, barang-barang bekas, geotekstil, bahkan pembungkus barang-barang umum lainnya. Karung goni hanya banyak digunakan untuk mengemas produk halus seperti tepung dan produk kasar seperti biji-bijian. Sedangkan karung plastik bisa digunakan untuk produk apa saja, dari yang halus hingga kasar, kecil hingga besar, ringan hingga berat. Apapun itu, jika diperlukan untuk mengemas produk dengan volume besar, pasti karung plastik menjadi pilihan paling utama. Jenis-jenis Karung Karung goni tidak begitu memiliki banyak jenis, mungkin bisa dibilang hanya satu rupa  karung goni. Biasanya karung goni hanya dibedakan berdasarkan morif anyamannya, yaitu anyaman liris dan anyaman catur. Sedangkan karung plastik memiliki banyak jenis. Berikut adalah jenis-jenis karung plastik : Karung putih doff karung ini tidak memiliki motif atau warna apapun selain putih Karung polos strip karung ini memiliki motif strip yang umumnya berada di tengah dan di kedua sisi karung dengan berbagai warna Karung roto/laminasi karung ini merupakan karung yang dicetak grafis pada satu atau kedua sisinya yang kemudian dilaminasi, bahan yang akan dicetak adalah dalam bentuk rol Karung sablon karung ini menggunakan teknik untuk mencetak tinta diatas bahan sesuai bentuk yang dikehendaki Karung bagor karung ini bentuknya bukan kantong melainkan lembaran seperti kain Karung melon karung ini berwarna hijau muda seperti warna pada daging buah melon Karung garam karung ini umumnya berwarna biru benhur dan deniernya lebih tebal Karung Goni atau Karung Plastik? Dilihat dari jumlah penggunanya, karung plastik sekarang lebih banyak disukai dibandingkan karung goni. Walaupun, mungkin masih ada beberapa industri yang mempertahankan karung goni sebagai kemasan untuk kegiatan produksi mereka. Karung plastik sudah berhasil menggantikan eksistensi dan ketenaran karung goni sebagai kemasan. Mari perhatikan kelebihan dari keduanya untuk mengetahui mana yang lebih baik. Karung Goni : ketebalan mengikuti benang goni lebih ramah lingkungan karena terbuat dari tumbuhan           Karung Plastik : ketebalan bisa dibuat beragam lebih kuat dan tahan lama tahan air  mudah di daur ulang  ukuran dan jenis lebih bervariatif ringan dan mudah dibawa harga lebih ekonomis anti rembes  permukaan dapat diprint untuk media promosi Bagaimana cara mendapatkan karung plastik terbaik? PT. Sinar Mulia Plasindo Lestari merupakan produsen karung plastik terkemuka di Indonesia yang sudah bersertifikasi ISO 9001:2015. Artinya karung plastik yang diproduksi oleh SMPL sudah terjamin kualitas produk dan pelayanannya terhadap pelanggan. Oleh SMPL, pelanggan tidak hanya terpenuhi kebutuhan karung plastik saja, melainkan juga diberikan solusi kemasan untuk menunjang kegiatan  usaha mereka Buktikan dengan Klik tombol di bawah Hubungi Marketing

Beras Terlarang ini Menjadi Biji Gandum Yang Paling Sehat di Dunia

Beras Terlarang - Beras Hitam

Beras hitam atau yang sering disebut sebagai ‘beras terlarang’ ini mungkin tidak sepopuler beras putih atau beras merah. Sejarah beras hitam berasal dari adat istiadat China kuno, yang mana yang boleh mengkonsumsi beras hitam harus dari kaisar dan keluarganya saja. Pada saat itu, rakyat dilarang untuk mengkonsumsi itu, sehingga muncullah julukan ‘beras terlarang’. Namun tidak perlu khawatir lagi, saat ini beras hitam sudah bebas di konsumsi oleh siapa saja. Bahkan Indonesia dan Filipina menjadi salah satu lokasi budidaya beras hitam terbesar di Asia Tenggara. Jika kita melihat dari sejarahnya, kenapa beras hitam saat itu hanya digunakan oleh kaisar saja, ternyata karena kandungan gizi dan nutrisinya yang dinobatkan sebagai biji gandum paling sehat sedunia. Beras hitam memiliki tekstur yang lebih padat daripada beras biasanya, dari rasanya memiliki rasa seperti gurih kacang, sehingga sangat cocok jika di jadikan bubur alami, makanan penutup, kue-kue, roti, dan mie. Dan tentu saja, beras merah memiliki manfaat yang sangat banyak dan luar biasa bagi kesehatan, diantaranya: Melindungi jantung tetap sehat Mencegah dan mengelola diabetes Meningkatkan ketajaman fungsi otak Baik untuk detoks hati dan tubuh Mengendalikan tingkat kolesterol   Manfaat diatas hanya sebagian saja dari manfaat beras hitam, beras hitam yang kaya akan kandungan antioksidan, serat, mineral, zinc, fosfor, vitamin E, B1, B2, B3, dan B6, magnesium, dan tinggi akan protein. Bagi kamu yang sedang menjalani diet, beras hitam ini bisa menjadi solusi yang tepat, karena beras hitam memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat membuat perut kenyang lebih lama.

Transformasi Plastik Menjadi Kertas Solusi Pencemaran 2022

Pohon dan Air

Di usia berapa Anda mengetahui bahwa perubahan plastik menjadi kertas bisa terjadi ? Rasanya transformasi tersebut tidak pernah terbayang dan terpikirkan sama sekali. Sudah bukan rahasia lagi, jika limbah plastik yang dihasilkan manusia jumlahnya cukup tinggi. Bahkan diperburuk sebab penanganannya yang masih belum mumpuni. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 menyebutkan limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun. Belum lagi jika satu dunia. Lalu, kertas yang dikampanyekan sebagai pengganti penggunaan plastik nyatanya memiliki resiko yang tidak jauh berbeda dari plastik itu sendiri. Keduanya sama-sama mengancam keselamatan lingkungan. Limbah plastik yang dibuang begitu saja menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama laut dan mengancam kehidupan di dalamnya. Sedangkan produksi kertas dapat mengancam kelangsungan ekosistem hutan, pun mengancam kehidupan di dalamnya. Plastik atau kertas, keduanya sama-sama mengancam ekosistem jika tidak dikelola dengan sistem manajemen yang baik. Mengganti Pohon dengan Plastik Melansir dari Science Daily, peneliti asal Meksiko berhasil menciptakan teknologi yang dapat mengubah limbah botol plastik PET (Polyethylene Therepthalate) menjadi kertas mineral. Kertas ini juga dikenal sebagai kertas peta atau kertas batu. Walaupun berbahan dasar plastik, kertas mineral telah memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan untuk digunakan dalam mencetak buku, alat tulis umum dan juga kotak. Kertas mineral tersebut dinilai dapat terurai secara alami (biodegradable) walaupun berbahan dasar plastik. Kertas pada umumnya memang lebih ramah lingkungan, namun produksinya telah menghabiskan banyak pohon dan energi yang besar. Angka penggunaan pohon tidak sebanding dengan penanaman kembali. Serta lamanya pertumbuhan pohon sampai cukup usia untuk di tebang tidak selaras dengan kebutuhan untuk memproduksi kertas. Penemuan kertas mineral bisa mencegah eksploitasi hutan sekaligus mengurangi limbah plastik. Plastik menjadi kertas. Kertas, tapi plastik. Konsepnya sedikit komplikasi, namun ini adalah penemuan inovatif yang akan menjadi solutif. Plastik Menjadi Kertas Dikembangkan oleh perusahaan bernama “Cronology”, teknik baru ini diklaim 15% lebih murah daripada metode pembuatan kertas tradisional karena tidak menggunakan air atau bahan kimia, serta jauh lebih ramah lingkungan. Kami memproduksi kertas ekologi yang dibuat dengan botol plastik daur ulang, kalsium karbonat dan batu. Kami tidak menggunakan air atau bahan kimia, seperti klorin. Kertas mineral lebih kuat dari kertas standar biasa, kertas ini tidak mudah dirusak dengan tangan, tahan air, memiliki kualitas fotodegradable dan hanya menyerap jumlah tinta yang diperlukan saat mencetak, Ever Adrian Nava, peneliti sekaligus salah satu pendiri perusahaan Cronology, di Ecatepec, Mexico City Teknologi ini bisa menyelamatkan 20 pohon dan menghemat 56.000 liter air. Manfaat Teknologi Transformer Plastik Selain itu, manfaat lain dari teknik ini adalah bahwa dengan 235 kilogram pelet (manik-manik PET), satu ton kertas mineral dibuat, juga hanya dalam 8 jam dapat memperoleh 24.000 kilogram plastik. Proses ini juga menyelamatkan limbah dari botol-botol plastik agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir, jadi ini adalah solusi yang menguntungkan semua pihak. Sebelum menjadi kertas, botol plastik PET harus didaur ulang terlebih dahulu menjadi pelet (manik-manik plastik).  Limbah botol-botol plastik dileburkan atau dihancurkan bersama kalsium karbon. Kemudian campuran keduanya dipanaskan dalam suhu lebih dari 100 derajat Celcius dan dimasukan ke dalam proses pengecoran. Hal ini dilakukan untuk membentuk lembaran kertas besar yang digulung. “Dengan tidak menebang pohon atau menggunakan air, kami telah mengurangi biaya dan membantu planet ini. Untuk menghasilkan satu ton kertas tradisional, kita selalu mengalami kerugian lingkungan, dengan kertas peta ini kami coba menghilangkannya,” kata Nava seperti yang dikutip dari Phys.Org. Ide awal dari adanya jenis kertas ini adalah untuk mengurangi biaya produksi dan menghindari deforestasi, karena negara Meksiko perlu memproduksi 700.000 ton kertas per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dengan biaya sekitar 10 juta dolar. Sekitar 33% kertas yang diproduksi di Meksiko adalah untuk bahan buku, 25% untuk pembungkus produk, dan sisanya untuk tisu toilet serta bungkus makanan. Perusahaan ini didanai setelah memenangkan kompetisi untuk perusahaan hijau baru di Meksiko. Mesin yang dibuat oleh Nava bersama rekan setimnya, Erick Zamudio, mirip dengan mesin pembuat tortilla. Kertas peta dibuat dari bahan “pasta” yang menghasilkan kertas tahan air dan ramah terhadap lingkungan karena terdegradasi hanya dalam waktu enam bulan. Crtto tertera di foto Satu-satunya kelemahan kertas mineral adalah tidak dapat ditulis dengan gel tinta karena mengandung alkohol. Hanya tinta biasa yang bisa berfungsi dengan baik. Mimpi Menyingkirkan Limbah Plastik Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya plastik diubah menjadi kertas. Beberapa perusahaan di Spanyol dan Taiwan sudah memproduksi kertas menggunakan proses serupa. Tetapi tim Nava mengklaim bahwa sistem yang dimiliki Cronology empat kali lebih murah daripada metode lain. Ini merupakan solusi yang cerdik untuk mengatasi permasalahan lingkungan di setiap negara. Bayangkan berapa puluh pohon yang bisa diselamatkan dengan teknologi ini ? Selain dari upaya kita mengurangi penggunaan kertas dalam menyelesaikan pekerjaan. Dan berapa banyak limbah plastik yang akan berkurang dengan metode ini ? Selain dari upaya kita mengelola ekonomi sirkular dan daur ulang plastik yang masih minim. Bayangkan, jika semua negara mampu menerapkan teknologi yang sama. Tapi, yang menjadi pertanyaan di sini adalah bagaimana pengelolaan limbah dari kertas mineral itu sendiri ? Walaupun dinilai dapat terurai secara alami, pasti limbah dari kertas tersebut memiliki penanganan tersendiri agar klaim tersebut nyata.