Seperti Ini Design Plastik Tersolutif di Masa Depan

Design plastik, atau secara umum kemasan produk, adalah salah satu media perusahaan dalam mempromosikan brandnya kepada publik. Kemasan merupakan identitas dan ciri khas yang membedakan produk suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Keunggulan sebuah produk juga bisa ditentukan dari bagaimana tampilan kemasannya. Jika kita perhatikan produk-produk di sekitar, terutama yang berbahan dasar plastik, masing-masing kemasan memiliki bentuk dan warna yang berbeda-beda. Misalkan kemasan air minum, tutup botol dan badan botol pada air mineral kemasan memiliki warna yang beragam, seperti biru, putih, hijau, merah, dan lain sebagainya. Belum lagi plastik label plastik dan bentuk botol yang beragam. Hal tersebut membuktikan bahwa, berbicara tentang ‘design’ berarti berbicara tentang hal-hal yang membuat suatu produk menjadi menarik secara visual. Sayangnya tidak banyak yang tahu, bahwa nilai estetika atau kemenarikan dari sebuah kemasan justru dapat mempersulit proses daur ulang dari limbah produk tersebut. Mestinya, apa yang dimaksud “promosi” di sini bukan perihal visual dan pesan yang dibawa oleh kemasan saja, tetapi juga perihal keramahan produk tersebut terhadap system daur ulang sebagai proses akhir dari penggunaan yang berkelanjutan. Antara Design Plastik dan Daur Ulang Untuk Lingkungan Menurut Plastic Atlas 2019, yang diterbitkan oleh organisasi nirlaba Jerman Heinrich Böll Stiftung dan BUND, lebih dari 400 juta ton plastik dikonsumsi di seluruh dunia setiap tahunnya, angka yang trennya meningkat. Bahkan tidak seperempat dari plastik ini dapat didaur ulang. Tidak seperempatnya. “Sekarang terkenal bahwa daur ulang adalah faktor penting untuk mengurangi limbah. Hal yang kurang dipahami oleh banyak orang adalah kontribusinya terhadap perlindungan iklim. ” – Dr. Christoph Hoffmann, Direktur Strategi Perusahaan, Keberlanjutan & Ekonomi Sirkular di ALPLA. Plastik daur ulang tidak hanya mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan, tetapi juga memiliki jejak karbon yang jauh kebih rendah daripada plastik baru yang terbuat dari bahan bakar fosil. Design produk dan kemasan merupakan peluang bagi perusahaan barang konsumen untuk mengurangi emisi karbon dan berkontribusi dalam melindungi iklim melalui penggunaan plastik daur ulang. Perusahaan mesti berfokus untuk menutup lingkaran daur ulang dengan design kemasan yang cerdas yang dapat atau mudah didaur ulang. Kendala Daur Ulang Plastik “Persoalan sampah itu multidimensi, alias bukan karena satu pihak saja. Pertama adalah perilaku masyarakat, kultural. Survei BPS pada tahun 2018 menyebut 72 persen masyarakat belum peduli tentang pengelolaan sampah” Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penting untuk melihat bagaimana ekosistem pengumpulan dari bank sampah dan pelaku masyarakat bisa saling terintegrasi dengan para pendaur ulang. Oleh sebab itu, penting untuk pemilahan di sumber utama untuk meningkatkan kualitas sampah karena sistem pengumpulannya harus bersinergi. Agar harmonisasi ekosistem daur ulang bisa maksimal, pemilahan dari rumah tangga sebaiknya lebih cepat dilakukan. Sampah tidak tercampur dengan organik itu saja sudah meningkatkan nilai daur ulang. Resep untuk mengurangi sampah plastik adalah kolaborasi dalam ekonomi sirkular yang berfungsi. “Perekonomian tidak bisa hanya tentang mengekstraksi bahan mentah, mengubahnya menjadi barang dan kemudian menawarkannya untuk dikonsumsi,” kata Sebastian Bayer, Direktur Pemasaran dan Pengadaan di rantai toko obat Jerman dm, yang memprakarsai Forum Daur Ulang di Jerman. Inovasi Membawa Perubahan Kepada Lingkungan Salah satu cara efektif yang bisa dilakukan untuk keberlangsungan lingkungan yang baik ialah dengan memperbaiki sistem daur ulang yang kita miliki. Dan untuk memperbaikinya, kita harus mendesain produk dengan goals agar bisa/mudah di daur ulang. Tapi apa maksudnya ? Ketika kita berbicara design, kita tidak berbicara tentang visual, tetapi kita berbicara tentang design dengan tujuan akhir. Design untuk daur ulang adalah strategi design ramah lingkungan. Umumnya, produk di-desain untuk kemudahan penggunaan bukan untuk pemakaian berkelanjutan. Lalu untuk memperbaiki konsep design saat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Inovasi Membawa Perubahan Kepada Lingkungan Salah satu cara efektif yang bisa dilakukan untuk keberlangsungan lingkungan yang baik ialah dengan memperbaiki sistem daur ulang yang kita miliki. Dan untuk memperbaikinya, kita harus mendesain produk dengan goals agar bisa/mudah di daur ulang. Tapi apa maksudnya ? Ketika kita berbicara design, kita tidak berbicara tentang visual, tetapi kita berbicara tentang design dengan tujuan akhir. Design untuk daur ulang adalah strategi design ramah lingkungan. Umumnya, produk di-desain untuk kemudahan penggunaan bukan untuk pemakaian berkelanjutan. Lalu untuk memperbaiki konsep design saat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Terbuat dari apa produk tersebut ? Saat ini, perusahaan industri plastik selalu mencampur beberapa polimer dalam membuat suatu produk. Pencampuran ini disebabkan karena perusahaan memerlukan sifat dan fitur dari beberapa jenis plastik yang berbeda pada produk yang akan mereka buat. Contohnya botol plastik air mineral. Klaim Kode RIC dengan nomor 1 pada botol, pada kenyataannya hanya menandai badan botolnya saja. Artinya, hanya badan botol yang terbuat dari plastik PET/PETE. Lalu bagaimana dengan tutup botol dan plastik label botolnya ? Selama ini sepertinya kita mengira bahwa seluruh bagian dari botol terbuat dari jenis plastik yang sama. Tutup botol air mineral ternyata terbuat dari plastik HDPE, sedangkan label yang terdapat print huruf dan gambar terbuat dari plastik PVC atau LDPE. Beragamnya Tipe Plastik Akan Menyulitkan Proses. Hal tersebut jelas akan mengurangi tingkat efisiensi dari proses daur ulang. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyortir jenis plastik yang berbeda-beda pada satu produk, di bandingkan mengumpulkannya langsung tanpa harus memisahkannya per bagian ? Mungkin jika jumlah produknya hanya satu tidak akan menjadi masalah besar. Tapi bagaimana jika puluhan atau mungkin sampai ratusan dan ribuan ? Perlu adanya perubahan atau peralihan ke penggunaan bahan tunggal pada produk. Hanya satu jenis dari plastik per produknya. 2. Apakah mengandung aditif ? Warna termasuk salah satu bahan aditif yang sering digunakan pada produk plastik. Bahan aditif (tambahan) ini akan menyulitkan daur ulang atau menyebabkannya terdegradasi selama proses daur ulang. Proses penyortiran akan menjadi lama nantinya sebab selain harus memisahkan limbah berdasarkan jenis plastik, juga harus memisahkannya berdasarkan kategori warna. Selain itu, plastik yang sudah tercampur dengan aditif akan kehilangan sifat dan fitur murninya ketika didaur ulang kembali. Bayangkan jika tutup botol yang beragam didaur ulang tanpa dipisahkan. Mungkin kita akan mendapatkan hasil warna abu atau coklat tua. Selain itu juga sifat yang dibawa pada plastik hasil darii daur ulang ini pun tidak jelas. 3. Seberapa mudah dibersihkan ? Kemudahan daur ulang juga ditentukan dari bersih atau tidaknya limbah plastik yang di proses. Kotoran yang menempel
Semua Tentang Polypropylene (PP) Terlengkap

Polypropylene (PP) adalah termoplastik yang keras, kaku, dan kristal. PP terbuat dari monomer propena (atau propilena). Resin hidrokarbon linier ini adalah polimer paling ringan di antara semua komoditas plastik. PP datang baik sebagai homopolymer atau sebagai copolymer dan dapat sangat ditingkatkan dengan aditif. Ini menemukan aplikasi dalam kemasan, otomotif, barang konsumen, medis, perfilman dll. PP telah menjadi bahan pilihan, terutama ketika Anda mencari polimer dengan kekuatan superior (misalnya, vs Polyamide) dalam aplikasi teknik atau hanya mencari keuntungan biaya dalam botol blow moulding (vs PET). Apa Itu Polypropylene (PP)? Polypropylene adalah jenis polyethylene yang sedikit lebih keras dari polyethylene lain. Ini adalah plastik komoditas dengan kepadatan rendah dan ketahanan panas yang tinggi. Rumus kimianya adalah (C3H6)n. Tergantung bagaimana diproduksi dan diformulasikan, polypropylene dapat bersifat : keras atau lunak, buram atau transparan, ringan atau berat, isolasi atau konduktif, rapi atau diperkuat dengan pengisi mineral murah, serat kaca pendek atau panjang, serat alami atau bahkan diperkuat sendiri. Bagaimana PP Diproduksi? Itu terbuat dari polimerisasi propene monomer. Ada dua sintesis utama untuk menghasilkan polypropylene : Polimerisasi Ziegler-Natta atau Polimerisasi katalisis metalosen Setelah polimerisasi, PP dapat membentuk tiga struktur rantai dasar tergantung pada posisi gugus metil: Atactic (aPP) – Susunan gugus metil (CH3) tidak beraturan Isotaktik (iPP) – Gugus metil (CH3) tersusun pada satu sisi rantai karbon Syndiotactic (sPP) – Susunan gugus metil (CH3) bergantian Jenis Polypropylene & Bagaimana Cara Memilihnya? Homopolymer dan Copolymer adalah dua jenis utama polypropylene yang tersedia di pasaran. Polypropylene Homopolymer adalah grade tujuan umum yang paling banyak digunakan. Ini hanya berisi propylene monomer dalam bentuk padat semi-kristal. Aplikasi utama meliputi pengemasan, tekstil, perawatan kesehatan, pipa, aplikasi otomotif dan listrik. Keluarga Polypropylene Copolymer dibagi lagi menjadi Random Copolymer dan Block Copolymer yang diproduksi dengan mempolimerisasi propena dan ethane. Polypropylene Random Copolymer diproduksi dengan mempolimerisasi bersama ethane dan propena. Ini fitur unit Ethene, biasanya hingga 6% massa, digabungkan secara acak dalam rantai polypropylene. Polimer ini fleksibel dan jernih secara optik sehingga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan transparansi dan untuk produk yang membutuhkan penampilan luar biasa. Sedangkan pada Polypropylene Block Copolymer, kandungan ethane lebih besar (antara 5 dan 15%). Ini memiliki unit co-monomer diatur dalam pola reguler (atau blok). Pola teratur karenanya membuat termoplastik lebih keras dan kurang rapuh daripada kopolimer acak. Polimer ini cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan tinggi, seperti penggunaan industri. Polypropylene, Impact Copolymer – Propylene Homopolymer yang mengandung fase co-mixed Propylene Random Copolymer yang memiliki kandungan etilen 45-65% disebut sebagai PP impact copolymer. Ini berguna di bagian yang membutuhkan ketahanan benturan yang baik. Kopolimer dampak terutama digunakan dalam kemasan, peralatan rumah tangga, film, dan aplikasi pipa, serta di segmen otomotif dan listrik. Contoh Karakteristik Utama Dari Berbagai Turunan PP Expanded Polypropylene – Ini adalah busa manik sel tertutup dengan kepadatan sangat rendah. EPP digunakan untuk memproduksi produk busa polymer tiga dimensi. Busa manik-manik EPP memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang lebih tinggi, ketahanan benturan yang sangat baik, insulasi termal, dan ketahanan terhadap bahan kimia dan air. EPP digunakan dalam berbagai aplikasi mulai dari mobil hingga pengemasan, dari produk konstruksi hingga barang konsumsi dan banyak lagi. Polypropylene Terpolymer – Ini terdiri dari segmen propylene yang bergabung dengan monomers ethylene dan butana (co-monomer) yang muncul secara acak di seluruh rantai polymer. PP terpolymer memiliki transparansi yang lebih baik daripada PP homo. Juga, penggabungan co-monomer mengurangi keseragaman kristal dalam polymer sehingga cocok untuk aplikasi film penyegelan. Polypropylene, High Melt Strength (HMS PP) – Ini adalah bahan bercabang rantai panjang, yang menggabungkan kekuatan leleh tinggi dan ekstensibilitas dalam fase leleh. Nilai PP HMS memiliki rentang properti mekanik yang luas, stabilitas panas yang tinggi, ketahanan kimia yang baik. HMS PP banyak digunakan untuk memproduksi busa yang lembut dan berdensitas rendah untuk aplikasi pengemasan makanan serta digunakan dalam industri otomotif dan konstruksi. Polypropylene Berbasis Bio – Ini adalah versi PP berbasis bio di mana propylene berbasis bio monomernya berasal dari bahan baku terbarukan. Konten berbasis bio dapat bervariasi di mana saja antara 30-100%. Ada beberapa pemasok yang menawarkan grade PP murni berbasis bio seperti PolyFibra & Trifilon BioLite, campuran PP/PE – Terralene PP 2509 dan dalam bentuk biokomposit seperti Terratek, Sappi Symbio PP, dll. PP Homopolymer vs. Copolymer – Bagaimana cara memutuskan di antara keduanya? PP Homopolymer : Rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi dan lebih kaku & lebih kuat dari copolymer Ketahanan kimia yang baik dan kemampuan las Kemampuan proses yang baik Resistensi dampak yang baik Kekakuan yang baik Kontak makanan dapat diterima Cocok untuk struktur tahan korosi PP Copolymer : Sedikit lebih lembut tetapi memiliki kekuatan benturan yang lebih baik; lebih keras dan lebih tahan lama daripada homopolymer Ketahanan retak tegangan yang lebih baik dan ketangguhan suhu rendah Kemampuan proses tinggi Resistensi dampak tinggi Ketangguhan tinggi Tidak disukai untuk aplikasi kontak makanan Aplikasi potensial untuk homopolymer PP dan copolymer PP hampir identik Karena sifatnya yang dibagikan secara luas, pilihan antara kedua bahan ini sering dibuat berdasarkan kriteria non-teknis. Sifat Bahan Polypropylene Berikut adalah sifa-sifat dari bahan PP : Titik Leleh Polypropylene – terjadi pada kisaran. Homopolymer: 160 – 165°C Copolymer: 135 – 159°C Kepadatan Polypropylene – PP adalah salah satu polimer paling ringan di antara semua komoditas plastik. Fitur ini menjadikannya pilihan yang cocok untuk aplikasi penghemat ringanberat. Homopolymer: 0.904 – 0.908 g/cm3 Random Copolymer: 0.904 – 0.908 g/cm3 Impact Copolymer: 0.898 – 0.900 g/cm3 Ketahanan Kimia Polypropylene Ketahanan yang sangat baik terhadap asam, alkohol, dan basa encer dan pekat Ketahanan yang baik terhadap aldehida, ester, hidrokarbon alifatik, keton Ketahanan terbatas terhadap hidrokarbon aromatik dan terhalogenasi serta zat pengoksidasi Kemudahan terbakar: Polypropylene adalah bahan yang sangat mudah terbakar PP mempertahankan sifat mekanik & listrik pada suhu tinggi, dalam kondisi lembab dan ketika terendam air. Ini adalah plastik anti air PP memiliki ketahanan yang baik terhadap retak stres lingkungan Ini sensitif terhadap serangan mikroba, seperti bakteri dan jamur Ini menunjukkan ketahanan yang baik terhadap sterilisasi uap Kekurangan Polypropylene Ketahanan yang buruk terhadap UV, benturan dan goresan Embrittle di bawah -20°C Suhu servis atas rendah, 90 – 120 °C Diserang oleh asam pengoksidasi tinggi, membengkak dengan
Agrikultur Raksasa dan Eksportir Terbesar Ke-2 Ternyata Negara Kecil

Agrikultur raksasa dan eksportir terbesar ke-2 di dunia ternyata adalah negara kecil yang luasnya bahkan tidak melebihi provinsi Jawa Timur. Belanda adalah Negara yang terletak di Eropa Barat dengan luas wilayah mencapai 41.543 km²; berbatasan dengan Belgia di Selatan, laut Utara di bagian Utara dan Barat serta Jerman di bagian Timur. Negara ini, luasnya tidak lebih dari luas provinsi Jawa Timur yang mencapai 47.927 km². Daratan Belanda tidak memiliki gunung dan tanahnya relative datar. Negara ini terkenal dengan bunga tulip dan kincir anginnya. Ada sekitar lebih dari 1.000 kincir angin yang masih berdiri sejak tahun 1850. Kincir angin ini digunakan sebagai sumber pemasok energi untuk tanggul juga pompa penahan banjir dan air pasang dikarenakan sepertiga datarannya terletak lebih rendah dari air laut. Yang luar biasa adalah, meskipun wilayahnya kecil dan padat penduduk, nyatanya Belanda merupakan salah satu produsen hasil pertanian terbesar di dunia. Belanda mengekspor berbagai jenis sayuran, buah-buahan, bunga, daging, susu, dan keju senilai 65 miliar Euro setiap tahunnya. Dilansir dari Alux.com, Belanda merupakan eksportir keju terbesar dunia, yang memberikan keuntungan hingga 7 miliar Euro per tahun. Bahkan hampir 80% umbi bunga dunia berasal dari Belanda, dan kebanyakan merupakan tulip. Belanda juga memang eksportir bunga tulip terbesar di dunia. Agrikultur Belanda Karena luas negaranya yang kecil dan sangat padat penduduk, lahan yang tersedia di sana pun menjadi terbatas dan mahal. Hal ini membuat masyarakat di sana harus lebih efisien dalam memanfaatkan lahan mereka. Kepadatan penduduknya memaksa masyarakatnya memproduksi bahan pangan lebih banyak setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Keterbatasan ini menyebabkan terjadinya kompetisi di antara para petani dan memicu munculnya inovasi serta teknologi agrikultur. Salah satunya adalah tentang memanfaatkan lahan yang tersedia tetapi mampu menghasilkan produksi pangan yang berlimpah. Belanda telah berhasil menciptakan dunia agrikultur terdepan. Sebagian besar sektor pertanian bahkan sudah dimekanisasi dan terkomputerisasi, oleh karena itu hanya 2% dari angkatan kerja yang dipekerjakan tetapi masih banyak surplus pangan yang diproduksi. Tanah yang datar juga subur, serta iklim yang sedang membuat kondisi pertanian Belanda bagus untuk ditanami dan digunakan berternak. Bertani dan berternak bisa dilakukan dengan efektif dan relative mudah. Revolusi agrikultur Belanda merupakan bukti nyata perubahan metode pertanian cerdas. Pemimpin Agrikultur Dunia Pernah terbayang bagaimana negara kecil bisa memberi makan dunia? Sistem pertanian atau agrikultur Belanda benar-benar telah mencapai level yang berbeda dari negara lain. Mereka menciptakan inovasi dan metode pertanian yang belum pernah dicapai oleh siapapun sebelumnya. Belanda telah menjadi raksasa pertanian dengan menunjukkan gambaran masa depan agrikultur. Lebih dari setengah tanah negara ini digunakan untuk pertanian dan hortikultura. Ada lebih dari 5.300 perusahaan pertanian/pangan, serta beberapa lokasi produksi atau R&D utama terbesar di dunia. Sektor ini didorong oleh lembaga penelitian kelas dunia untuk inovasi makanan, universitas kedokteran dan berbagai kemitraan publik-swasta antara sains, industri dan pemerintah. Negara Eksportir Ke-2 Terbesar di Dunia Bukan tanpa sebab, Belanda dijuluki pemimpin agrikultur dunia dan menjadi ekportir pangan terbesar setelah Amerika Serikat. 1. Teknologi Agrikultur Alasan utama ialah kondisi tanah Belanda yang subur dan datar. Suhu dan iklim yang sedang, mempermudah pertumbuhan tanaman dan pemeliharaan ternak juga unggas. Masyarakat Belanda menjadi sangat bergantung pada teknologi pertanian terbaru. Mereka menggunakan robot untuk mengambil buah-buahan, memiliki pengolah dan pemisah daging otomatis, robot digunakan untuk pemrosesan sayuran. Fokus utamanya masih pada pertanian berkelanjutan dengan tetap memperhatikan tanggung jawab lingkungan dan sosial. 2. Edukasi Belanda fokus untuk mendidik tenaga kerja pertanian dan tenaga kerja mereka dengan teknologi dan penelitian terbaru. Universitas Wageningen adalah universitas nomor satu di dunia untuk studi pertanian, pendidikan dan penelitian. Industri makanan dan minuman terbesar memiliki laboratorium penelitian dan pengembangan mereka di Belanda. Heinz dan Danone juga memiliki tanah penelitian mereka di Belanda. 3. Lokasi Geografi Belanda terletak di Eropa tengah yang merupakan tempat ideal bagi eksportir secara geografis. 4. Infrastruktur Belanda memiliki infrastruktur logistik dan pasokan tertinggi yang luar biasa. Bangsa Belanda telah menjadi ahli di bidang perdagangan. Mereka memiliki keuntungan yang sangat minim namun tetap saja mereka telah mengembangkan sektor pertanian yang berkelanjutan dan menguntungkan sambil berdiri di posisi ke-2. Industri pertanian Belanda memiliki kekayaan bersih 85 miliar Euro pada tahun 2021. Belanda mengekspor produk makanannya ke daerah-daerah yang jauh seperti telur organik ke Amerika dan pir ke Vietnam. Jerman menerima 25 persen dari semua ekspor pertanian dari Belanda. 5. Ekonomi Ekonomi Belanda terutama bergantung pada sektor pertanian dan ekspornya. Mereka memiliki 83% dari PDB yang dialokasikan untuk sektor pertanian. Mereka memiliki ekonomi terbesar ke-6 di Uni Eropa. Pasar Forex adalah faktor penting dalam memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dan keuntungan dari ekspor. 6. Statistik Pertumbuhan sektor pertanian Belanda mencerminkan peningkatan ekonomi Belanda yang lebih luas. Laporan statistik tentang ekonomi Belanda sangat mengesankan. Mereka ditempatkan setelah AS berdiri sebagai eksportir makanan terbesar ke-2 di dunia dan ditempatkan di eksportir pertama buah-buahan dan sayuran. 7. Penelitian terbaru Sebagai permintaan untuk industri perunggasan terutama industri ayam, industri Belanda telah mengembangkan teknologi terbaru untuk meningkatkan dan memaksimalkan produksi unggas sambil sepenuhnya memastikan kesehatan dan keselamatan dan kondisi manusiawi. Mereka juga telah mengembangkan ayam pedaging berteknologi tinggi yang dapat menampung hingga 150.000 burung pada saat yang sama dari panen hingga penetasan. Metode Pertanian Berkelanjutan Jika di Indonesia, petani adalah pelaku tani yang berhubungan langsung dengan ladangnya, berbeda dengan petani Belanda. Petani di Belanda biasanya duduk di kabin pemanen besar di depan panel instrumen yang layak untuk perusahaan kapal luar angkasa. Mereka menggunakan drone untuk memantau ladangnya dari area ketinggian. Lalu ada traktor tanpa pengemudi berkeliaran di area ladang serta quadcopter, yang nantinya mampu memberikan pembacaan terperinci tentang kimia tanah, kadar air, nutrisi, dan pertumbuhan, mengukur kemajuan setiap tanaman. Hampir dua dekade yang lalu, Belanda membuat komitmen nasional untuk pertanian berkelanjutan di bawah seruan “Dua kali lebih banyak makanan menggunakan setengah dari banyak sumber daya.” Di wilayah pertanian utama negara ini, hampir tidak ada tambalan kentang, tidak ada rumah kaca, tidak ada lumbung babi yang tidak terlihat dari gedung pencakar langit, pabrik, atau hamparan perkotaan. Lebih dari setengah luas lahan negara digunakan untuk pertanian dan hortikultura. Tidak ada pestisida yang digunakan dan pertanian menyalurkan limbah CO2 ke rumah kaca dari kilang minyak lokal, yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, dan yang mengurangi karbon
5R Strategi Peningkatan Kualitas Kerja Pada Perusahaan

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata 5R ? Mungkin kata ini akan langsung membawa pikiran kita kepada sistem daur ulang. Semacam 3R, hanya saja kali ini jumlahnya 5. Jika 3R adalah Reduce, Reuse, dan Recycle; maka 5R ditambah dengan Recover dan Repair. Jika konteks yang dibahas adalah mengenai system daur ulang, maka jawabannya benar. Namun, kali ini 5R yang akan dibahas bukan berkaitan dengan bagaimana pengelolaan sampah. Melainkan berkaitan dengan meningkatkan kualitas kerja dan sumber daya manusia di sebuah perusahaan dengan mengelola lingkungan kerja. Jadi, apa 5R itu ? 5R adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara yang digunakan oleh manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan/tempat kerja secara menyeluruh. Metode 5R ini sebenarnya berasal dari Jepang, yakni 5S yang kemudian di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk diadaptasi. 5S atau 5R ini merupakan akronim dari : SEIRI = RINGKAS SEITON = RAPI SEISO = RESIK SEIKETSU = RAWAT SHITSUKE = RAJIN Seberapa penting 5R untuk sebuah perusahaan ? Sebenarnya filosofi melaksanakan 5R adalah untuk mencapai tingkat efisiensi dan efektivitas yang sangat tinggi. Efisiensi sangat berhubungan dengan biaya (cost) sedangkan efektif sangat berhubungan dengan waktu. Tujuan utama dari 5R ialah untuk meningkatkan kualitas kerja. Kelima prinsip ini bersinergi satu dengan lainnya sehingga menciptakan budaya kerja yang aman, nyaman, produktif, dan sehat untuk pekerja maupun perusahaan. Perusahaan dapat terhindar dari pemborosan yang tidak perlu dalam aktivitas yang umumnya tidak disadari, misalnya pemborosan dalam stok barang, material, aktivitas karyawan, manajemen waktu, hingga kesalahan yang berulang. Bagaimana 5R diterapkan ? Ringkas – Seiri Ringkas memiliki tujuan membereskan tempat yang berantakan dari sampah, barang yang tidak perlu, berlebih, atau berbahaya, sehingga hanya barang yang diperlukan yang ada di area kerja. Langkah-langkah yang dilakukan : Tentukan target area dengan jelas. Tentukan area ‘Red Tag’ Evaluasi tempat kerja Buang barang yang tidak terpakai dan tidak bernilai Kumpulkan barang yang tidak terpakai tapi bernilai Gabungkan dengan barang yang ragu² lalu beri Red Tag Tetapkan stok max barang yang jarang dipakai Dokumentasi barang Red Tag Eksekusi barang Red-Tag yg kadaluwarsa. Dengan menerapkan prinsip Ringkas, Anda mengetahui jumlah barang fisik yang ada di tempat kerja sehingga menghindari adanya barang yang berlebihan atau bahkan tidak diperlukan memenuhi tempat kerja Anda. Rapi – Seiton Pada prinsip ini ialah bagaimana cara Anda meletakan barang barang dan mudah untuk mendapatkannya kembali saat diperlukan.. Barang-barang ditata agar rapi, mudah mencari, mengambil, dan menyimpan. Penataan disertai komunikasi visual yang informatif. Langkah-langkah yang dilakukan : Buat denah tempat kerja Tentukan personil yang bertanggung jawab Tentukan cara dan jumlah penyimpanan setiap barang Buat informasi visualnya Simpan semua barang di tempatnya Manfaat dari prinsip ini adalah menciptakan lingkungan kerja yang tertata demi memudahkan, mempercepat, dan meningkatkan ketepatan saat memerlukan barang di tempat kerja. Resik – Seiso Tujuan resik adalah untuk menjaga dan memastikan lingkungan dan peralatan kita tetap bersih dan terawat. Kegiatan ini juga memeriksa peralatan dari bocoran, getaran, dan suara, dan membereskan sampai ke akar permasalahannya. Dari prinsip Seiso atau Resik, kita dapat melakukan tindakan preventif untuk mencegah adanya kecelakaan kerja dari kelalaian alat kerja yang tidak memadai. Langkah-langkah yang dilakukan : Pastikan peralatan kebersihan tersedia Bersihkan tempat kerja dari sampah dan polutan lain (oli, karat, bocoran, kerak) Periksa keadaan barang yang dibersihkan (kondisi visual, suara, atau getaran) Periksa perlengkapan keselamatan kerja Rawat – Seiketsu Yang paling penting adalah bagaimana mempertahankan ketiga proses yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu ringkas, rapi, dan resik. Dalam prinsip ini, perusahaan merencanakan dan membuat standar kerja yang jelas berupa prosedur jadwal atau checklist yang mengatur peran dan tanggungjawab masing-masing personil. Lalu mengkomunikasikan standarisasi tersebut secara visual. Langkah-langkah yang dilakukan : Buat perencanaan yang jelas dan detail yang mengatur tugas, peran, dan cakupan tanggungjawab setiap personil. Tuangkan rencana ke dalam jadwal, form, prosedur, atau checklist. Komunikasikan rencana program 5R dan visualisasikan. Rajin – Shitsuke Yang paling penting adalah bagaimana mempertahankan ketiga proses yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu ringkas, rapi, dan resik. Dalam prinsip ini, perusahaan merencanakan dan membuat standar kerja yang jelas berupa prosedur jadwal atau checklist yang mengatur peran dan tanggungjawab masing-masing personil. Lalu mengkomunikasikan standarisasi tersebut secara visual. Langkah-langkah yang dilakukan : Buat perencanaan yang jelas dan detail yang mengatur tugas, peran, dan cakupan tanggungjawab setiap personil. Tuangkan rencana ke dalam jadwal, form, prosedur, atau checklist. Komunikasikan rencana program 5R dan visualisasikan. Di mana saja 5R bisa diterapkan ? 5R bisa diterapkan di seluruh tempat/area kerja, bahkan di rumah sekalipun karena pada dasarnya semua orang suka bekerja di tempat yang rapi, bersih, dan membuatnya nyaman. Tempat kerja yang nyaman terbukti meningkatkan kualitas dan efektivitas pekerja. Ini merupakan prinsip yang mudah dipahami oleh siapapun dan diterapkan dengan murah. Tahap-tahap implementasi 5R di perusahaan Dikutip dari laman Dinkes Provinsi Jawa Tengah, implementasi 5 R dibutuhkan struktur, sistem dan sumber daya yang tersedia. Meskipun mudah dan murah, kunci dari pelaksanaan prinsip ini adalah komitmen dan kepedulian terhadap lingkungan. Perlu partisipai dari seluruh level manajemen dan karyawan agar 5R terlaksana dengan baik. Adapun tahapan-tahapan untuk melaksanakan 5R, yaitu : Persiapan : Komitmen secara tertulis dari pimpinan manajemen atau perusahaan. Pembentukan struktur organisasi pelaksana 5R dengan pembagian tugas secara lengkap. Sosialisasi kepada seluruh karyawan agar semua pihak turut berpartisipasi dengan baik dan benar. Penerapan : Pelatihan singkat kepada tim 5R agar memahami tugas, tujuan, dan pelaksanaan-pelaksanaannya. Dipromosikan dengan tujuan sebagai media informasi bagi semua karyawan dan pihak-pihak yang berkunjung ke perusahaan, sehingga mendapatkan citra yang positif dari pengunjung. Operasional awal dengan pembandingan sebelum dan setelah penerapan 5R di tempat kerja. Evaluasi : Dilakukan pembinaan pada periode tertentu sebelum dilakukan evaluasi Menetapkan indikator keberhasilan 5R Pembudayaan/Pembiasaan : 5R dilaksanakan secara bertahap dan rutin Melakukan evaluasi secara berkelanjutan Budaya 5R (5S) saat ini sudah banyak diterapkan oleh banyak perusahaan (organisasi), terbukti melalui penerapkan budaya 5R (5S) tersebut banyak perusahaan-perusahaan tersebut yang tumbuh berkembang menjadi perusahaan maju dan berdaya saing tinggi. Budaya 5R (5S) merupakan investasi awal bagi sebuah perusahaan untuk menuju kesuksesan berkelanjutan. Program prinsip 5R ini bukanlah program yang instan dimana hanya dilakukan oleh sebagian organisasi, namun setiap individu dapat memberikan kontribusi yang
3R Untuk Hari Esok Lebih Baik

3R merupakan akronim dari: Reuse, Reduce, dan Recycle; yang jika di terjemahkan ialah Penggunaan Ulang, Pengurangan, dan Daur Ulang. Tiga kata tersebut merujuk pada cara memanfaatkan kembali barang-barang yang telah menjadi sampah. 3R ini adalah salah satu cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah plastik dengan berbagai jenisnya. Selain ini, pengelolaan sampah dengan sistem 3R mampu dilakukan oleh hampir semua orang. Juga tidak jarang mampu menghasilkan nilai ekonomis dari hasil pengelolaan tersebut. Itulah mengapa sistem ini disebut-sebut sebagai salah satu solusi terbaik dalam penanganan sampah. Selain mudah, ia juga murah, bahkan mampu menghasilkan “rupiah”. 3R merupakan jalan mengatasi masalah tanpa masalah. Program Ekonomi Sirkular Sistem 3R ini masih menjadi rangkaian dari sistem daur ulang dalam mendukung program ekonomi sirkular dari sampah. Konsep ekonomi sirkular sendiri adalah suatu sistem ramah lingkungan yang bertujuan memaksimalkan penggunaan material secara sirkular untuk meminimalisasi produksi limbah dengan cara memulihkan dan menggunakan kembali produk dan bahan sebanyak mungkin secara sistemik dan berulang-ulang. 3R merupakan strategi sederhana yang mampu dipraktikkan oleh siapapun secara mandiri. Sehingga mampu membatasi dampak dari limbah atau sampah terhadap lingkungan secara nyata dalam beberapa waktu ke depan. Bagaimana Mempraktikan 3R ? Menurut Waste4Change, urutan langkah untuk mengelola sampah dengan baik dalam 3R dimulai dari Reduce terlebih dahulu. Prioritas utama adalah Reduce, yaitu mengurangi timbulan sampah, lalu Reuse, menggunakan kembali, baru Recycle, mendaur ulang material untuk memberikan bahan tersebut kesempatan kedua. REDUCE Reduce sendiri memiliki arti mengurangi sampah atau mengurangi penggunaan produk yang nantinya berpotensi menjadi sampah. Contoh : Memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang atau berlabel daur ulang Hindari memakai produk sekali pakai Menggunakan produk yang dapat dipakai berulang-ulang atau diisi ulang (refill) Mengurangi penggunaan produk yang dapat menimbulkan banyak sampah Memanfaatkan sisi kosong kertas bekas untuk digunakan Hindari membeli barang-barang yang tidak diperlukan REUSE Reuse, yang berarti menggunakan kembali produk yang sudah terpakai. Dengan menggunakannya kembali maka sampah yang timbul dari produk-produk tersebut dapat berkurang. Contoh : Memanfaatkan kembali barang atau wadah yang kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Menggunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali Memanfaatkan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis. Menggunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat. Menjual atau menyerahkan sampah terpilah kepada pihak yang memerlukan RECYCLE Recycle, yang berarti mendaur ulang dengan cara meleburkan, mencacah, melelehkan untuk dibentuk kembali menjadi produk baru. Pada prinsipnya, kegiatan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contoh : Memilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang Mengolah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali Mengolah sampah plastik menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomis Mengolahan sampah organic menjadi kompos. Mengapa 3R Harus Dipraktikan ? Dilansir dari National Geographic Indonesia, ada 10 alasan mengapa semua orang perlu menerapkan dan mempraktikkan prinsip 3R, adalah untuk : a. Melestarikan Sumber Daya Alam. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), mendaur ulang 1 ton kertas setara dengan menghemat 17 pohon dan 7.000 galon air. Sebab sumber daya alam di bumi ini terbatas, dengan 3R kita bisa mengurangi penggunaan sumber daya secara drastis. b. Melestarikan Ruang Alam Pertambangan sumber daya alam dan pertanian skala besar sering memakan banyak ruang alam. Mengurangi permintaan untuk sumber daya ini dapat membantu melestarikan ruang alam tersebut. c. Menghemat Energi Pertambangan dan pemurnian mineral dan sumber daya alam lainnya untuk pembuatan barang-barang konsumsi merupakan proses yang memerlukan banyak sekali energi. Membatasi jumlah penggunaan energi untuk proses produksi dapat menghemat sejumlah besar sumber daya energi planet kita. Menurut Departemen Sumber Daya Alam (DNR) Ohio , untuk membuat aluminium dari bijih bauksit membutuhkan energi 20 kali lebih banyak daripada menggunakan bahan daur ulang. d. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Sejumlah besar energi yang digunakan selama proses penambangan, pemurnian dan manufaktur berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Mendaur ulang setengah dari sampah rumah tangga kita yang bisa didaur ulang dapat menghemat 2.400 pon karbondioksida yang dilepaskan ke atmosfer. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang paling berpengaruh terhadap perubahan iklim. e. Mengurangi Polusi Jumlah besar limbah yang berhubungan dengan konsumsi kita pasti menyebabkan polusi udara, tanah dan air. Misalnya,oli bekas tidak semestinya dibuang begitu saja karena dapat mencemari tanah dan air tawar. EPA memperkirakan sekitar setiap tahun, ada 200 juta galon oli bekas dibuang dengan cara yang keliru. f. Mengurangi Tempat Pembuangan Akhir Sebagian besar sampah yang kita buang berakhir di TPA. Seringkali sampah-sampah ini tidak dapat terurai secara alami dan membutuhkan waktu berabad-abad hingga akhirnya bisa terurai. Plastik, misalnya, membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai. Tempat pembuangan sampah mengambil ruang berharga di planet ini serta merupakan sumber polusi udara, tanah dan air. g. Merangsang Diciptakannya Teknologi Baru Dengan meningkatnya tekanan sosial untuk menerapkan lebih praktik ramah lingkungan, perusahaan dipaksa untuk menemukan teknologi inovatif untuk menggabungkan bahan daur ulang ke dalam produk mereka. Teknologi baru ini pada akhirnya baik untuk planet kita. h. Menciptakan Lapangan Pekerjaan Sebagian besar sampah yang kita buang berakhir di TPA. Seringkali sampah-sampah ini tidak dapat terurai secara alami dan membutuhkan waktu berabad-abad hingga akhirnya bisa terurai. Plastik, misalnya, membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai. Tempat pembuangan sampah mengambil ruang berharga di planet ini serta merupakan sumber polusi udara, tanah dan air. i. Menghemat Uang Sebagian besar sampah yang kita buang berakhir di TPA. Seringkali sampah-sampah ini tidak dapat terurai secara alami dan membutuhkan waktu berabad-abad hingga akhirnya bisa terurai. Plastik, misalnya, membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai. Tempat pembuangan sampah mengambil ruang berharga di planet ini serta merupakan sumber polusi udara, tanah dan air. j. Menciptakan Masa Depan Berkelanjutan Sebagian besar sampah yang kita buang berakhir di TPA. Seringkali sampah-sampah ini tidak dapat terurai secara alami dan membutuhkan waktu berabad-abad hingga akhirnya bisa terurai. Plastik, misalnya, membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai. Tempat pembuangan sampah mengambil ruang berharga di planet ini serta merupakan sumber polusi udara, tanah dan air. Siapa Yang Menjalankan 3R ? Walaupun mudah dilakukan oleh siapapun, praktik 3R ini tetap tidak akan berhasil dan tidak berdampak jika tidak dilakukan oleh semua pihak. Semua berkewajiban untuk melaksanakan 3R agar sirkular ekonomi dapat berjalan. Jika hanya dipraktikan pada setiap rumah saja system
4 Alasan Kemasan Kertas Tidak Lebih Eco-Friendly Dari Kemasan Plastik

Kemasan kertas maupun kemasan plastik, keduanya sama-sama sering dikonsumsi oleh kita. Masyarakat Indonesia dikenal akan perilaku konsumtifnya, terutama para shopper yang berbelanja di retail. Dari tahun ke tahun populasi masyarakat terus bertambah diikuti dengan daya beli yang meningkat. Perkembangan teknologi juga turut andil menjadi penyebab dari meningkatnya euphoria berbelanja. Semenjak maraknya marketplace bertebaran di Indonesia, masyarakat menemukan berbagai kemudahan dalam berjualan maupun berbelanja. Mulai dari penawaran menarik seperti promo sampai diskon, membuat semakin membludaknya budaya berbelanja pada masyarakat. Selain itu juga jarak sudah tidak menjadi batas lagi dalam membeli barang yang diinginkan. Semua tersedia dari berbagai tempat yang mana bisa didapatkan dengan sangat mudah. Bahkan datangnya pandemi sama sekali tidak menghentikan masyarakat untuk tidak berbelanja. Keberadaan pandemi hanya menggeser metode yang dipakai menjadi serba online. Masyarakat tentu akan lebih memilih belanja via online dibandingkan datang langsung ke tokonya. Aktivitas jual beli dalam perbelanjaan ini tidak akan terlepas dari “pembungkus”. Apapun jenis barang atau produk yang dibeli, pasti kita akan mendapatkannya sudah dikemas dengan rapi dan menarik. Perpindahan metode belanja yang menjadi serba online tersebut mempengaruhi tingkat kebutuhan terhadap pembungkus. Semakin jauh perjalanan sebuah produk untuk sampai ke tangan konsumen, semakin banyak dan variatif pula pembungkus yang digunakan. Semakin besar produk yang dijual makan semakin besar pula volume pembungkus yang dipakai. Macam-macam Kemasan Kemajuan teknologi membuat kebutuhan manusia semakin kompleks. Menciptakan berbagai inovasi produk demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin variatif. Termasuk jenis pembungkus yang semakin hari semakin dikembangkan ragamnya. Ada dua jenis golongan besar yang selama ini kita ketahui digunakan untuk pembungkus. Yaitu kemasan plastik dan kemasan kertas. Pembungkus plastik yang seringkali kita jumpai, terutama saat berbelanja online adalah kantong plastik, plastik bening , karung, dan bubble wrap. Kantong ini banyak dipilih oleh penjual yang menyediakan produk fashion, kecantikan, gadget, perlengkapan rumah tangga, mainan, produk kesehatan, dan lain-lain. Sedangkan pembungkus kertas yang sering kita jumpai adalah, kantong kertas , karton, dan dus. Kantong ini biasanya dipilih karena membuat tampilan menjadi lebih estetik, dan banyak digunakan oleh penjual, makanan kering, aksesoris, juga dipakai di beberapa swalayan. Kantong plastik dan kertas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, Seperti yang kita ketahui, kantong plastik sifatnya ringan, lebih kuat dan tahan air. Ia bisa melindungi produk dari air dan benturan pada kantong. Bubble wrap sendiri dapat menjaga produk yang dikemasnya agar tidak mudah rusak. Namun, kantong plastik ini sulit terurai di lingkungan terbuka. Sedangkan kantong kertas, memiliki harga yang lebih murah dan displaynya mudah didesain. Kantong ini ramah lingkungan karena mudah terurai. Kemasan plastik atau kertas ? Semakin maraknya pembahasan terkait isu lingkungan dan ajakan untuk mengurangi penggunaan bungkus plastik, banyak toko online yang mengemas paket mereka dengan bahan kertas, bukan lagi dengan plastik. Kegiatan belanja online telah meningkatkan sampah kemasan sekali pakai yang digunakan untuk mengantar pesanan. Plastik baru terurai paling cepat lima abad dari waktu pembuangannya. Artinya, sampah plastik yang pernah dibuang pada saat berbelanja online akan tetap ada sampai bertahun-tahun ke depan. Inilah kenapa menggunakan plastik disebut juga “nyampah”. Jika dibandingkan dengan plastik, kertas hanya butuh waktu antara dua sampai enam minggu untuk terurai. Namun ternyata kantong kertas belum solutif loh. Pembungkus berbahan kertas pun bisa membahayakan lingkungan. Jadi, antara kantong plastik sekali pakai dan kertas, sebenarnya mana yang lebih ramah lingkungan ? Mari kita pahami dari aspek yang lebih luas. 1. Proses Pembuatan Rasanya tidak mungkin masyarakat dewasa ini belum tahu, jika kertas itu merupakan hasil olahan kayu. Sumber bahan baku dari alam inilah yang membuat kertas mudah terurai di lingkungan terbuka, sehingga tidak heran jika bahan yang satu ini dijuluki ramah lingkungan. Pohon memang merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui. Namun, apabila produksi kertas tidak dikelola dengan baik, lama-lama akan menjadi penggundulan hutan secara global. Pasokan oksigen pun akan berkurang sebab jantung dunia gundul. Selain membutuhkan energi 3,4 kali lebih besar, pembuatan kantong kertas membutuhkan air sebanyak 4,7 kali lipat lebih banyak daripada untuk membuat kantong plastik. Memang benar, kita bisa melakukan pelestarian melalui program reboisasi atau menanam 1000 pohon yang selalu digaungkan oleh banyak kelompok. Yang menjadi masalah adalah, apakah volume kebutuhan pohon untuk diproduksi dengan yang tersedia saat ini seimbang ? Belum lagi proses tumbuh tanam yang memerlukan jangka waktu sangat lama agar bibit menjadi pohon besar. Sistem tebang tanam ternyata masih berat pada sisi tebangnya. Sementara itu, plastik dibuat dari bahan bakar yang terbentuk dari binatang atau tumbuhan yang hidup dan mati pada jutaan tahun yang lalu. Tidak seperti pohon, sumber daya alam ini tidak bisa diperbarui. Namun, sekarang ini banyak juga kantong plastik yang dibuat dari produk sampingan produksi gas alam. Plastik memiliki bahan baku alternatif. 2. Efek Gas Rumah Kaca Pabrik pembuat kantong kertas menjadi penyumbang gas rumah kaca (GRK) terbesar keempat di dunia. Sementara itu, GRK yang dihasilkan dari pembuatan kantong plastik sebenarnya tiga kali lebih rendah. Pembungkus kertas memiliki bobot yang lebih berat dan berisi dibandingkan pembungkus plastik. Hal ini mengakibatkan jejak karbon yang dihasilkan juga lebih tinggi saat kantong kertas didistribusikan. Jejak karbon di sini adalah jumlah karbon dioksida yang dilepaskan ke lingkungan karena energi yang digunakan. Produksi kantong kertas juga menghasilkan kandungan bahan kimia beracun yang lebih tinggi dibandingkan produksi kantong plastik sekali pakai. Memang, penelitian yang dilakukan terkait perbandingan produksi pembungkus kertas dan pembungkus plastik melahirkan hasil yang sedikit berbeda. Namun, semua penelitian tersebut yakin bahwa ada dampak lingkungan dari pembuatan kantong kertas yang tidak ditemukan dalam pembuatan kantong plastik. 3. Penggunaannya Untuk mendapatkan klaim ‘lebih ramah lingkungan dibanding plastik sekali pakai’, kantong kertas setidaknya harus bisa dipakai ulang (reuse) sebanyak empat kali. Jika dilihat dari ketahanan fisiknya, kantong kertas sangat rapuh dan akan menjadi sulit untuk menggunakannya berkali-kali. Sifat mudah sobek, tidak tahan air, dan hanya bisa digunakan untuk bahan-bahan kering. Inilah yang menjadi tantangan untuk memakai pembungkus kertas secara berulang kali. Pembungkus kertas biasanya digunakan kembali untuk menyimpan berkas-berkas lama, bungkus paket, atau sebagai sampul buku. Sementara itu, pembungkus plastik bersifat fleksibel, tahan lama, kuat, ringan, dan tahan air. Pengguna bisa dengan mudah menggunakannya berkali-kali. Misalnya, kantong plastik dari bekas belanjaan bisa dijadikan kantong sampah di rumah, kantong jas hujan, wadah makanan yang berkuah, wadah pakaian bekas, atau lainnya.
Urban Farming Pertanian Modern Masa Kini

Urban Farming adalah pemanfaatan ruang terbuka atau lahan yang dimiliki, menjadi lahan hijau untuk menghasilkan produk pertanian. Gerakan urban farming sendiri awalnya bermula di Kuba saat masa embargo atau larangan lalu lintas barang terjadi. Saat itu masyarakat di sana tidak bisa mendapatkan bahan pangan, sehingga mereka memulai urban farming. Jika pertanian biasanya dilakukan di wilayah pedesaan, urban farming memungkinkan pertanian dilakukan di wilayah perkotaan. Misalnya di halaman belakang, area kosong, lahan terabaikan, area pemukiman, dan lain sebagainya. Selain diterapkan pada pertanian dan perkebunan, urban farming juga mencakup peternakan dan budidaya. Dalam beberapa tahun terakhir, urban farming menjadi trend dan kegiatan yang banyak diminati oleh masyarakat khususnya di perkotaan. Berawal dari inisiasi segelintir komunitas pecinta lingkungan yang bergerak sendiri, kini urban farming menjelma menjadi tren gaya hidup. Urban farming beriringan dengan keinginan masyarakat kota untuk menjalani gaya hidup sehat. Hasil panen dari urban farming lebih menyehatkan karena sepenuhnya menerapkan sistem penanaman organik yang tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintesis. Menerapkan Urban Farming Urban, sesuai namanya pertanian jenis ini dilakukan oleh masyarakat di perkotaan. Urban farming ini bisa diterapkan di mana saja, seperti di area perumahaan ataupun perkantoran. Di manapun, selama ada lahan kosong atau ruang tak terpakai, siapapun bisa menerapkan urban farming. Umumnya masyarakat memanfaatkan area balkon, atap rumah, dan pekarangan rumah untuk mereka tanami. Beberapa jenis tanaman yang umum dibudidayakan dalam urban farming ialah sayuran hijau seperti sawi, kangkung, bayam, mentimun, dan pokchoy; tanaman rempah seperti jahe dan serai; umbi-umbian seperti singkong dan ketela; hingga buah-buahan seperti tomat dan anggur. Urban farming seperti budidaya ikan atau beternak ayam cocok diterapkan pada lahan yang lebih luas. Metode urban farming yang biasanya digunakan adalah metode hidroponik, vertikultur, akuaponik, dan wall gardening, yang bisa dilakukan di tempat dengan area yang terbatas. Hidroponik Vertikultur Akuaponik Manfaat Urban Farming Berikut adalah manfaat dari penerapan urban farming : Menghasilkan produk pertanian yang lebih bergizi karena waktu perjalanan distribusinya lebih pendek Menghemat anggaran belanja rumah tangga Mengurangi sampah dapur karena dapat dijadikan pupuk kompos untuk penanaman Membantu konsumen mengurangi “jejak makanan” mereka dengan memberi mereka kesempatan untuk membeli makanan yang ditanam sendiri atau dalam komunitas Meningkatkan kualitas dan kuantitas pangan yang dapat diproduksi dengan sumber daya yang paling sedikit Pertanian perkotaan menciptakan lapangan kerja (dan sukarelawan) di kota-kota besar, di mana kemiskinan dan kelaparan sering menjadi masalah yang terus-menerus Merangsang ekonomi lokal dengan mengedarkan pendapatan ke seluruh wilayah Menyatukan orang dengan minat yang sama karena sebagian besar proyek pertanian perkotaan memerlukan organisasi sosial tingkat tinggi Menurunkan populasi orang di kota-kota yang menderita malnutrisi dan berbagai masalah kesehatan terkait makanan lainnya Memungkinkan produk segar dan bergizi tersedia bagi masyarakat yang belum pernah mengaksesnya Membantu mengoreksi hal ini dengan menurunkan harga pangan sehat dengan menghilangkan perantara dan meningkatkan kesempatan anggota masyarakat yang membutuhkan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan pangan Meningkatkan kesehatan sistem pangan kita di masa depan. Memberikan lebih banyak ruang hijau Jenis Urban Farming yang Sering Diterapkan crtto istock photo Backyard Garden Sesuai namanya, jenis urban farming ini memanfaatkan lahan pekarangan di belakang rumah. Jenis ini banyak diterapkan di perumahaan daerah Ohio, Amerika Serikat. Keuntungan dari jenis perkebunan yang dilakukan di pekarangan rumah adalah kemudahan untuk panen dan sewaktu-waktu dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan. crrto istock photo Street Landscaping Jenis isi memanfaatkan lahan di area sarana transportasi dan publik seperti taman dan jalan. Urban farming jenis ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mempercantik juga memberikan kesan yang lebih rindang dan menambah jumlah ruang hijau di perkotaan. crtto istock photo Forest Gardening Forest gardening memanfaatkan lahan hutan untuk membangun perkebunan secara lebih modern. Jenis ini memadukan sayur-sayuran, buah-buahan, bahkan peternakan sebagai cara memproduksi bahan makanan di lingkungan urban. Penanaman hutan juga dapat menjadi bagian dari kegiatan penghijauan, yang memungkinkan penanaman pohon sebagai langkah mitigasi pemanasan global di perkotaan. crrto istock photo Green House Awalnya, membangun greenhouse ini membutuhkan ruang yang luas, tetapi beberapa inovasi telah mengembangkan greenhouse dalam berbagai bentuk. Ada beberapa tipe yang dapat dikembangkan berdasarkan tujuan tanaman apa yang ingin dibudidayakan. Jenis ini juga menyediakan kesempatan yang lebih luas untuk petani karena lingkungan tumbuh untuk pertanian dapat diatur sesuai kondisi yang dibutuhkan oleh hasil budidaya. crrto istock photo Rooftop Garden Jenis urban farming yang satu ini memanfaatkan area atap untuk berkebun. Rooftop garden adalah bukti bahwa ruang terbatas tidak menjadi hambatan untuk bercocok tanam di perkotaan. Keuntungan jenis ini adalah bagian bawah tanam akan terasa lebih sejuk. Tipe rooftop garden dapat meminimalisasi suhu panas dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. crrto istock photo Vertical Garden Jenis ini hanya membutuhkan alas vertical seperti dinding untuk menanam beberapa jenis tanaman yang mendukung, terutama jenis tanaman rambat. Selain tidak membutuhkan banyak ruang, metode ini juga cukup ramah lingkungan, membuat udara semakin bersih, dan membuat ruangan terlihat lebih sejuk. crtto istock photo Aquaponik Aquaponik mengintegrasikan sistem akuakultur (memelihara ikan) dan hidroponik (tanaman tanpa tanah). Praktik berkebun secara akuaponik biasanya diaplikasikan karena tersedianya peternakan kolam ikan. Akuaponik termasuk teknik adaptatif di mana dengan metode yang benar, jenis urban farming ini dapat memelihara tanaman secara efektif dan memberikan protein alternatif pada tanaman yang ramah lingkungan. Tantangan Urban Farming Ukuran luas pekarangan diperkotaan terbilang masih begitu banyak yang sempit. Keterbatasan lahan ini akan menghambat dalam pemanfaatan ruangan untuk pertanian. Penggunaan lahan untuk menerapkan urban farming tidak hanya memperhatikan adanya dan seberapa luas lahannya saja, tetapi juga faktor lain-lain yang menunjang proses pengelolaan dan pemeliharaan lahan dan hasil produksi darii pertanian nanti. Umumnya jarak antar bangunan di perkotaan begitu padat dan ‘dempet’, menyebabkan terbatasnya pasokan sinar matahari dan terhambatnya sirkulasi udara untuk proses budidaya. Selain itu, lahan yang dimanfaatkan di wilayah perkotaan tidak selalu berstatus milik pribadi. Contohnya untuk urban farming berjenis street landscaping. Lahan yang digunakan adalah lahan yang statusnya milik publik, pemerintah, atau suatu kelompok/lembaga swasta. Kondisi ini akan mempengaruhi terhadap keberlanjutan usaha masyarakat dan pembinaan yang diberikan oleh pemerintah ataupun swasta dan lembaga. Tantangan lainnya dalam menerapkan urban farming ialah pengetahuan pelaku. Umumnya, dalam urban farming, para pelakunya bukanlah seseorang yang berlatar belakang pertanian. Selama ini, para pelaku yang melakukan urban farming cendering belajar secara otodidak dari
Arti 7 RIC Kode Segitiga Bernomor Pada Produk Plastik

Plastik selalu ada menemani kehidupan manusia kapan pun dan dimana pun. Keberadaannya ada pada setiap produk yang kita gunakan setiap hari. Perabotan rumah tangga, kendaraan, peralatan kantor, perlengkapan dapur, botol air minum, tempat makan siang, dan masih banyak lagi. Hampir pada setiap lirikan mata, pasti kita sangat mudah menemukan plastik. Plastik banyak digunakan sebagai material pembentuk suatu produk karena sifatnya yang kuat dan ringan. Plastik memberikan solusi yang tahan lama, mudah dicetak, dan higienis untuk sebagian besar kemasan rumah tangga, dan dalam banyak kasus tidak dapat begitu saja diganti dengan bahan lain. Tapi, pernahkah kamu memperhatikan setiap produk plastik yang kamu miliki atau beli ? Biasanya, pada bagian bawah produk terdapat beberapa symbol. Dan salah satunya ialah gambar tiga panah membentuk segitiga dengan nomor pada bagian dalamnya. Simbol ini disebut RIC (Resin Identification Code) yang di terbitkan oleh The Society of Plastic Industry (SPI) pada tahun 1988 di Amerika Serikat. RIC ini dibuat untuk pekerja pada industri plastik dan daur ulang agar mereka dapat menyortir dan mendaur ulang plastik dengan mudah. Arti Resin Identification Code (RIC) Terdapat 7 kode yang wajib dicantumkan pada setiap produk yang menggunakan bahan plastik. Nomor-nomor ini adalah penanda jenis plastik yang digunakan pada suatu produk. Bukan hanya untuk produk yang berasal dari Amerika Serikat saja, pun juga produk yang berasal dari Indonesia dan Negara lain. Setiap produk plastik dipisahkan menurut kode RIC. Dengan mendaur ulang sesuai dengan RIC produk, produk dapat didaur ulang dengan benar dan nilainya tetap terjaga. Dengan begitupun proses akan menjadi lebih efisien dan efektif sebab pekerja dan pelaku bisnis tidak perlu memakan waktu untuk mengira-ngira. Proses daur ulang memanglah bukan proses singkat. Bukan hanya berguna bagi para pekerja industry plastik, RIC ini juga sebenarnya sangat berguna bagi konsumen. Kita, sebagai konsumen yang pintar dan bijak tentu merasa sangat perlu mengetahui arti dari ketujuh kode ini. Untuk apa ? Selain untuk membantu memisahkan sampah plastik yang kita hasilkan, juga untuk membantu kita dalam menilai dan memilah produk yang akan kita beli nantinya. Tidak semua produk plastik bisa kita konsumsi atau gunakan berkali-kali. Bahkan ada beberapa jenis produk plastik yang justru akan menjadi berbahaya jika kita gunakan tanpa tahu sifatnya. Ada tujuh label RIC, dengan masing-masing dari tujuh angka dikelilingi oleh tiga panah membentuk segitiga. Setiap label mengacu pada jenis resin yang berbeda dan memberikan rincian kepada pekerja, pemilik bisnis, juga konsumen tentang informasi jenis plastik dari produk tersebut, dan bagaimana dapat didaur ulang. 1- PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate) PET atau PETE adalah plastik bening dan keras yang biasa digunakan sebagai wadah minuman kemasan sekali pakai. Jenis ini mudah didaur ulang, murah, ringan dan menimbulkan risiko rendah pencucian produk sampingan kerusakan ke lingkungan. Ini sangat diminati oleh pabrikan ulang tetapi tingkat daur ulangnya hanya sekitar 20%. Juga dapat digunakan sebagai serat. Biasanya simbol ini banyak ditemukan pada plastik untuk kemasan makanan dan minuman. Seperti botol minum, botol soda, botol minyak, botol saus, wadah selai, kotak obat, hingga sisir. Jenis plastik ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai saja. Tidak disarankan untuk menggunakan berulang kali, apalagi mengisinya dengan air hangat, karena lapisan polimer dan zat karsinogenik pada plastik dapat larut (lepas) dan menyebabkan kanker pada organ tubuh manusia. 2 – HDPE atau PEDH (High Density Polyethylene) HDPE adalah plastik serbaguna yang mudah didaur ulang dan biasa digunakan untuk kemasan. Biasanya plastik jenis ini berwarna putih atau berwarna, dan memiliki risiko pencucian yang rendah. Biasanya simbol ini dapat ditemukan pada galon air minum, botol susu, botol sabun, botol deterjen, botol shampo, dan plastik kemasan tebal lainnya. Jenis plastik ini termasuk golongan plastik yang cukup aman digunakan berulang kali, karena paling sering didaur ulang dengan nilai ekonomi dan proses daur ulang yang sederhana. 3 – PVC (Polyvinyl Chloride) PVC dapat berupa plastik keras dan kaku atau plastik fleksibel dan elastis. Jenis ini bisa bening, putih ataupun berwarna. PVC adalah polimer yang tangguh dan tahan cuaca sehingga biasanya digunakan untuk pelapis dinding, pipa dan bahan bangunan lainnya. PVC mengandung klorin sehingga tidak boleh dibakar karena akan melepaskan bahan kimia beracun. Pembuatan PVC juga dapat melepaskan dioksin yang berbahaya. Jenis kode ketiga ini biasanya digunakan pada plastik untuk pipa air, ubin, kabel listrik, wrapping, dan mainan anak/hewan peliharaan. Jenis ini jarang didaur ulang karena sulit. Tapi mungkin dapat diterima untuk pembuatan kayu plastik. Hindari menggunakan jenis plastik ini untuk kemasan makanan atau minuman. 4 – LDPE atau PE-LD (Low Density Polyethylene) LDPE adalah plastik yang lembut dan fleksibel. Biasanya terdapat pada kantong plastik (kresek), kantong plastik sampah, tas belanja, hingga bungkus makanan. Sebenarnya LDPE tidak sering di daur ulang. Tetapi saat ini sudah banyak kelompok yang memiliki program yang memungkinkan tas belanja plastik untuk didaur ulang. Jenis plastik ini memiliki daya tahan yang lama dan dapat digunakan untuk berulang kali. Alangkah lebih baik jika menggunakannya sekali saja dan mendaur ulangnya agar tidak tertimbun di tanah yang butuh ratusan tahun untuk mengurainya. 5 – PP (Polypropylene) Polypropylene adalah plastik keras dan fleksibel yang memiliki titik leleh tinggi dan cocok untuk aplikasi suhu tinggi seperti menahan cairan panas. Biasanya terdapat pada tempat makanan/minuman dan packaging, botol sirup, kotak yogurt, sedotan plastik, selotip, dan tali berbahan plastik. SMPL sendiri menggunakan plastik jenis ini untuk memproduksi karung dan waring. Produk plastik dengan simbol ini baik digunakan sebagai tempat makanan maupun minuman, karena terbuat dari polypropylene yang sangat kuat dan cukup aman digunakan meski pada suhu yang panas. Walaupun demikian, jenis plastik ini cukup sulit untuk didaur ulang sendiri, Perlu mesin khusus untuk mendaur ulang jenis ini. Namun beberapa pelaku bisnis produk plastik lebih memilih jenis ini sebab bagi mereka sangat mudah untuk didaur ulang. 6 – PS (Polystyrene) Polystyrene berupa jenis plastik kaku, rapuh, biasa dibuat menjadi produk busa. Jenis ini dapat melepaskan racun ke dalam makanan. Polystyrene banyak digunakan sebagai tempat atau minuman dan tempat makan styrofoam, tempat telur, sendok/garpu plastik, foam packaging hingga bahan bangunan (bahan flooring). Plastik ini dapat mengeluarkan styrene yang merupakan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker, terutama jika saat menggunakan untuk makanan/minuman yang panas. 7 – Other atau O Other disini maksudnya adalah jenis plastik yang tidak termasuk kedalam klasifikasi enam
Generasi Milenial dan Perubahan Minat: Mengapa Pertanian Kehilangan Pesona?

Pertanian memiliki sejarah yang panjang terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian Indonesia. Berlimpahnya kekayaan alam, juga posisi negara yang terletak pada daerah tropis, membuat Indonesia dianugerahi tanah yang subur. Banyak penduduk yang hidup dengan bertani dan berkebun. Sektor ini menjadi zona utama dan begitu diandalkan, membuat Indonesia dijuluki sebagai negara agraris. Petani menjadi profesi yang penting karena banyak berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun, dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang, Indonesia diprediksi akan mengalami krisis jumlah petani. Jumlah Pekerja di Sektor Pertanian Data BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terus menurun jumlahnya. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir jumlah pekerja di sektor pertanian turun dari 33% menjadi 29%. Krisis terjadi karena pembangunan sektor ini menghadapi masalah regenerasi SDM yang tidak berjalan dengan baik. Minat dan partisipasi generasi muda dalam bidang agrikultur terus menurun. Hal inilah yang menyebabkan sektor tersebut di Indonesia terancam terkontraksi. Stigma “Tani” Jika diamati, generasi muda di Indonesia nyaris tidak ada yang memiliki minat terhadap dunia tani atau agrikultur. Dunia tani memiliki stigma yang kurang baik di mata anak-anak muda. Dibandingkan sektor lain, sektor ini dianggap tidak memiliki masa depan yang baik. Keadaan ini membangun persepsi bahwa bertani adalah pekerjaan yang kuno, dan mereka tidak mungkin tertarik terhadapnya. Masalah ini cukup mengkhawatirkan jika tidak diatasi, jumlah pekerja kelompok usia muda tidak cukup untuk melanjutkan proses produksi pangan yang dilakukan kelompok usia tua saat ini, baik karena pensiun maupun meninggal dunia. Faktor Penentu Minat Gen Milenial Ada beberapa faktor yang menyebabkan sektor tani menjadi tidak diminati. Faktor Pertama : Upah Upah buruh di sektor ini tergolong rendah. Mengutip data BPS 2021, upah nominal harian buruh tani nasional pada Oktober 2021 yaitu Rp57.009,00 per hari; jauh lebih rendah dibanding upah buruh di sektor lainnya. Faktor Kedua : Alih Fungsi Lahan Faktor kedua yang dihadapi sektor ini ialah alih fungsi lahan tani menjadi pemukiman maupun kawasan industri. BPS melaporkan, berdasarkan hasil Survei KSA (Kerangka Sampel Area), pada tahun 2021, luas panen padi mencapai sekitar 10,41 juta hektar atau mengalami penurunan sebanyak 245,47 ribu hektar (2,30 persen) dibandingkan tahun 2020. Alih fungsi lahan menyebabkan potensi kehilangan pangan yang besar setiap tahun karena berkurangnya luas areal. Menyambung hasil survey KSA sebelumnya, produksi padi pada tahun 2021 yaitu sebesar 54,42 juta ton GKG. Jika dikonversikan menjadi beras, produksi beras tahun 2021 mencapai sekitar 31,36 juta ton, atau turun sebesar 140,73 ribu ton (0,45 persen) dibandingkan dengan produksi beras tahun 2020. Akibatnya, Indonesia di masa depan akan mengalami kekurangan pangan seiring dengan pertumbuhan penduduk yang cepat, dan solusi yang harus dilakukan adalah meningkatkan kuantitas impor pangan. Akibatnya, hal ini akan mengganggu kedaulatan pangan maupun kedaulatan nasional pada jangka panjang, karena semakin besarnya ketergantungan pada negara lain. Faktor Ketiga : Urbanisasi Urbanisasi tentu dapat meningkatkan perekonomian. Namun, urbanisasi yang terlalu tinggi akan mempengaruhi agrikultur. Banyak orang meninggalkan desa untuk memilih menentukan nasib di kota. Laju urbanisasi Indonesia tergolong sangat pesat. Data proyeksi penduduk BPS menunjukkan pada tahun 2020 sebanyak 56,7% penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan dan diprediksi jumlahnya akan semakin meningkat menjadi 66,6% di tahun 2035. Bank Dunia juga memperkirakan di tahun 2045 sebanyak 220 juta orang atau 70% dari penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan di perkotaan adalah dengan adanya urban farming. Namun hingga saat ini jika dilihat dari skala, jelas tidak sebesar pertanian konvensional. Urban farming juga masih dianggap sebagai gaya hidup daripada sebagai sesuatu yang urgent. Belum lagi lahan di perkotaan yang kosong banyak yang dikonversi menjadi kawasan hunian maupun industri. Tak bisa dipungkiri, Indonesia memang benar darurat tani. Kendala Pertanian Nono Rusono dari Direktorat Pangan dan Pertanian Bappenas, menyebutkan beberapa kendala yang dihadapi generasi kekinian dalam bertani, seperti akses terhadap sumber lahan yang terbatas, akses terhadap pelayanan finansial juga sedikit, dan minimnya akses terhadap pasar serta teknologi baru untuk berpartisipasi dalam rantai nilai tambah agrikultur. Ini yang menyebabkan generasi muda melihat “tani” menjadi sektor yang tidak menjanjikan. Belum lagi menurunnya minat lulusan sarjana pertanian yang mau bekerja di sektor ini. Impresi banyaknya generasi kekinian yang “menghindar” dari profesi petani ini harus diperhatikan secara menyeluruh. Tidaklah bijak melarang anak-anak petani untuk memilih profesi lain yang lebih menjanjikan bagi kesejahteraan diri dan keluarganya, ketika petani sendiri merasa bahwa kehidupan mereka susah dan tidak sejahtera. Perlu dicari cara atau konsep yang tepat untuk meningkatkan minat generasi saat ini agar mau terjun ke sektor ini. Faktor lingkungan strategis nasional seperti tingkat pendidikan, informasi media, gaya hidup dan sosial budaya; juga telah memberikan kontribusi terhadap perubahan persepsi dan sikap generasi kekinian terhadap sektor ini. Selain itu, ada juga faktor internasional seperti kerjasama ekonomi, penanaman modal asing, dan perbedaan harga produk agrikultur antar pasar domestik dengan internasional. Faktor-faktor tersebut bisa memberikan peluang terhadap tingkat minat generasi milenial atau kekinian untuk terjun ke sektor ini, namun ada pula yang malah menjadi kendala. Antara Dunia Milenial Dan Dunia Tani Ciri gaya hidup generasi saat ini adalah serba modern, cepat, dan cenderung hedonis. Mereka lebih menikmati aktivitas yang memberikan keseruan dan selalu terkoneksi dengan media sosial. Hidup mereka lebih konsumtif dan sangat komunikatif di media sosial. Menyukai segala sesuatu yang mudah dikagumi lewat rupa sehingga bisa dibagikan melalui media sosial. Generai saat ini juga tertarik untuk memiliki status keanggotaan dalam suatu kelompok atau komunitas. Sedangkan wajah pertanian yang selama ini digambarkan adalah kegiatan lapangan yang merepotkan dan melelahkan. Bertani adalah dunia yang identik dengan kesan kotor, kumuh, dan kelompok yang terpinggirkan. Berita yang diangkat tentang hal ini pun kebanyakan adalah berita yang kurang membanggakan dari seseorang yang berprofesi sebagai petani. Contohnya seperti berita gagal panen, lahan terkena banjir, kekeringan, serangan hama, dan kemiskinan petani. Berita-berita seperti inilah yang memperkuat gambaran betapa profesi petani berat untuk dijalani, penuh resiko, dan tidak bisa menjanjikan masa depan yang cerah. Jika Sektor Tani Tidak Memiliki Penerus Pada faktanya, dari sisi profit margin, usaha pada sektor ini lebih tinggi daripada sektor lainnya jika bisa mengendalikan risiko usaha. Ya, masalahnya adalah kemampuan pengendalian risiko usaha tersebut. Risiko bisa dikendalikan melalui inovasi, pembaruan teknologi, pengetahuan pemberantasan hama,
Dulu dianggap Tumbuhan Liar, Kini Umbi Porang menjadi Primadona Petani

Porang atau biasa disebut iles-iles termasuk jenis umbi-umbian yang kini sedang ramai diperbincangkan. Awal mulanya, porang dianggap sebagai tumbuhan liar bahkan masyarakat sempat menganggap porang sebagai makanan ular. Padahal umbi porang diluar negeri laku keras, karena umbi porang memiliki banyak manfaat sehingga menjadi umbi yang memiliki nilai eksporitas begitu tinggi. Bahkan seorang petani ‘Paidi’ asal Madiun, Jawa Timur kini sukses menjadi miliarder berkat bertani umbi porang. Lalu seperti apa umbi porang yang kini menjadi primadona di kalangan para petani? Umbi porang memiliki bentuk seperti pada umumnya umbi-umbian, umbi porang berserat halus dan berwarna kuning kecoklatan. Tumbuhan porang bisa tumbuh sekitar 1,5 meter, tergantung umur dan suburnya tanah. Dalam satu pohon porang biasanya bisa menghasilkan 6-7 kg porang. Umbi porang terdiri dari dua macam, yaitu umbi batang yang berada di dalam tanah dan umbi katak/bulbil yang terdapat pada setiap pangkal cabang atau tangkai daun. Untuk menanam porang kita bisa membudidayakannya dengan tiga cara. Pertama, dengan katak/bulbil yang muncul pada tangkai porang, nah katak/bulbil ini bisa di tanam kembali pada tanah. Kedua, dengan buah atau biji porang yang berasal dari bunga porang yang biasa muncul saat pohon porang berusia 4 tahun. Ketiga, dari umbi porang yang dikumpulkan, disimpan, dan dijadikan bibit. Namun, perlu diingat menanam umbi porang tidak semudah itu juga. Banyak yang harus di perhatikan dari segi bibit, tanah, serta perawatannya yang telaten. Yang menjadikan umbi porang menjadi primadona petani saat ini, karena umbi porang banyak dicari diluar negeri, seperti Jepang, Taiwan, China, dan Korea. Biasanya umbi porang dijadikan bahan baku kosmetik, obat, ramen, dab bahan industri. Umbi porang diproses menjadi chip atau tepung porang, 1kg tepung porang dihargai 600.000 rupiah. Pemerintah pun mendukung penuh atas budidaya umbi porang ini. Diharapkan porang menjadi sumber ekonomi baru bagi para petani.